Call Center0852-7610-8862
Emailmenaraindonesia123@gmail.com

Edy Rahmayadi Himbau Bupati/Wali Kota se Sumut Turun Langsung Persiapkan Vaksinasi Covid 19


MenaraToday.Com - Asahan : 

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menghimbau agar para Bupati/Wali Kota di Sumatera Utara dapat turun langsung mempersiapkan vaksinasi Covid 19. 

"Kepada Bupati dan Wali Kota se Sumatera Utara agar melakukan pemeriksaan langsung kesiapan vaksin dan berbagai keperluan lainnya menjelang pelaksanaan vaksinasi Covid 19 di Sumatera Utara dimana rencana vaksinasi ini dilakukan mulai tanggal 14 Januari 2021 dengan sasaran para tenaga kesehatan" ujar Gubsu Edy Rahmayadi. saat memimpin rapat koordinasi dengan seluruh Kepala Daerah se-Sumut, tentang tentang persiapan vaksinasi Covid-19, secara virtual, Kamis (07/01/2021). 

Mantan Pangkostrad ini juga mengatakan, saat ini penyaluran vaksin ke daerah masih menunggu hasil dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), bila nanti sudah selesai.

"Saya berharap kepada seluruh Kepala Daerah se-Sumut mengecek langsung kesiapan vaksinansi, tenaga vaksinator dan kebutuhan pendukung lainya, lakukan pengecekan fisik, dan pastikan tempat penyimpanan sesuai standar pengamanan vaksin. Saya juga berharap kepada Pemerintah Kabupaten/Kota untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat, bahwa vaksin ini telah melalui berbagai proses pengujian dan aman untuk digunakan. Bahkan untuk meyakinkan masyarakat, Gubernur bersedia menjadi yang pertama untuk divaksin" ujarnya

Edy juga berharap agar Kepala Daerah dapat menyampaikan ke rakyat jika vaksin ini aman. 

" Untuk di Sumatera Utara, saya yang pertama kali akan di vaksin, kalau saya aman maka seluruh Kepala Daerah harus ikut di vaksin" jelasnya. 

Edy juga menyebutkan kedepan seluruh dokter dan tenaga kesehatan yang bertugas di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, yang terlibat langsung dalam pelayanan pasien Covid-19 wajib melakukan pemeriksaan PCR setiap dua minggu sekali. Hasil pemeriksaan PCR dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota atau Dinas Kesehatan Provinsi.  

"Hendaknya dilakukan perketatan pemeriksaan Swab PCR pada pegawai di perkantoran, baik pemerintah maupun swasta, warga binaan lembaga pemasyarakatan di Lapas, jemaah di rumah ibadah dan orang-orang berstatus kontak erat, penelusuran kontak  (contact tracing) dilakukan kepada 36 orang kontak erat dari 1 kasus konfirmasi covid-19. Dan harus mengingatkan agar tidak mengendurkan kewaspadaan dalam menangani Covid-19 di daerah masing-masing.  Ini adalah tanggung jawab kita bersama, kita harus berusaha sekuat tenaga untuk menyelesaikan masalah ini, saya harap semua bupati dan walikota bertanggung jawab, cari metode yang tepat bagaimana masyarakat kita bisa patuh dengan prokes, pastikan rakyat kita mau menggunakan masker, menjaga jarak dan tidak melakukan kegiatan yang berdampak pada penularan virus ini,” ujarnya dalam Vidcon  (Nn/Red)

Posting Komentar

Tab #2 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !

Tab #3 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !