Call Center0852-7610-8862
Emailmenaraindonesia123@gmail.com

Bupati Batu Bara : ' Program GIZ Harus Sukses'

MenaraToday.Com - Batu Bara : 

Fungsi guru tidak bisa digantikan sepenuhnya dengan teknologi, tatap muka harus dilakukan agar terjalin hubungan emosional antara peserta didik dan guru dengan tetap mengikuti protokol Kesehatan yang ketat dan disesuaikan dengan SKB 4 Menteri.

Hal tersebut disampaikan Bupati Batu Bara Ir. H. Zahir, M. Ap dalam sambutannya yang disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Batu Bara Sakti Alam Siregar, SH, saat membuka Workshop Manajemen Sekolah Dalam Respon Kesiapsiagaan Sekolah Dalam Menghadapi Pandemic Covid-19 yang dilaksanakan Kerjasama Kemendikbud- GIZ German dan Disdik Batu Bara bertempat di Aula Pendopo Rumah Dinas Bupati Batu Bara Komplek Perumahan PT. Inalum, Tanjung Gading - Sei Suka, Kamis (15/4/2021) yang lalu 

Dalam sambutannya Zahir menyebutkan bahwa benar keselamatan dan kesehatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga dan masyarakat tetap menjadi prioritas dan tetap menjadi perhatian pemerintah dalam menetapkan kebijakan pembelajaran di masa pandemi, Oleh karenanya harus terus di awasi dan diikuti perjalanan, kembangan pembelajaran tatap muka yang sebagian sekolah telah melakukannya, .

" Pemkab Batu Bara menyampaikan terimakasih yang telah mempercayakan Kabupaten Batu Bara sebagai salah satu pilot project diluar Pulau Jawa guna mendapatkan stimulant sekaligus dukungan dari Kemendikbud dalam hal ini Direktorat Sekolah Dasar dan GIZ (Deutsche Gesellschaf für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH) dalam menerapkan pedoman pembukaan kembali dan pengoperasian sekolah yang aman selama pandemi COVID-19' ujar Sakti.

Sakti menyampaikan harapan Bupati Batu Bara bahwa program GIZ harus di sukseskan di Batu Bara. 

"Jangan sia siakan kepercayaan dan kesempatan yang diberikan Kemendikbud kepada kita" sebut  Sakti dalam sambutan Bupati.

Ditempat yang sama Direktur Sekolah Dasar, Sry Wahyunigsih mengingatkan Protokol Kesehatan harus dipantau, menjadi budaya hidup bersih sehat untuk peserta didik . Budayakan anak-anak mempunyai perilaku yang baik, bertanggung jawab dan berintegritas sejalan dengan program sekolah penggerak. 

"Program ini berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang mencakup kompetensi literasi, numerasi dan karakter, dan Batubara termasuk dari 111 kabupaten terpilih yang akan melaksanakan program sekolah penggerak" tutur Direktur Sekolah Dasar.

Masih menurut Direktur SD Kemendikbud , Kabupaten Batu Bara juga merupakan salah satu kabupaten terpilih untuk program kerjasama dengan GIZ. 

"Kami sangat mendukung kerjasama lintas sektor yang dapat mendukung kebijakan nasional dalam hal ini penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) dalam masa pandemi COVID-19.  Banyak terobosan yang telah dilakukan kawan-kawan dari Dinas Pendidikan Batu Bara walaupun disaat pandemi dan gaungnya sampai  ke Kemendikbud. Mulai dari pembukaan sekolah tatap muka sejak awal September 2020, melakukan sosialisasi dan pendampingan terhadap program sekolah penggerak, guru penggerak secara terus menerus, begitu juga dengan mempersiapkan tenaga guru non ASN untuk memperisapkan diri mengikuti ujian PPPK melalui kegiatan Try Out, melaksanakan sosialisasi dan simulasi SIPLah bagi semua sekolah jenjang Pendidikan Dasar dan mempersiapkan berbagai Aplikasi yang dapat memudahkan kegiatan sekolah, dan saya yakin Program GIZ akan sukses di Batu Bara" ujarnya

Masih menurut Mbak Ning, Kabupaten Batubara merupakan salah satu dari 2 (dua) kabupaten terpilih dari 514 kabupaten/kota di Indonesia dalam pelaksanaan program Dukungan Kebersihan dan Perubahan Perilaku (Hygiene Behaviour Change) di Indonesia untuk Kesiapsiagaan Sekolah dalam Menghadapi Pandemi. 

"Hanya ada dua kabupaten di Indonesia yang terpilih yakni Kabupaten Batubara di Provinsi Sumatera Utara sebagai perwakilan dari wilayah Indonesia bagian Barat. Sedangkan Kabupaten Timor Tengah Selatan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan perwakilan dari Indonesia bagian Timur," jelastnya.

Deputy Regional Manager HBCC-GIZ Program, Dr. Johann Leonardia menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dukungan Direktorat Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Pemerintah Kabupaten Batubara atas dukungan terhadap inisiatif ini serta kesediaan sekolah terpilih menjadi model di Batubara untuk mencontoh penerapan pedoman dan intervensi ini.  

"Melalui komitmen sekolah dalam melakukan upaya bersama ini, semua pihak dapat belajar bersama dengan lebih baik tentang bagaimana langkah-langkah ini dapat dikelola dengan sebaik-baiknya oleh komunitas sekolah dan para pemangku kepentingannya. Dan dengan melakukan hal ini, pelajaran berharga dan praktik baik terkait pedoman nasional untuk membuka kembali sekolah dapat kita wujudkan dan bagikan kepada seluruh Indonesia, seluruh Asia, dan seluruh dunia" sebut Leonardia melalui Zoom dari Fhilipina.

Usai wokshop Kadisdik Batu Bara Ilyas mengatakan kepada awak media bahwa kegiatan seharian ini adalah memberikan banyak informasi tentang yang akan dikerjakan Bersama Disdik dan Dinkes dalam hal ini UPTSD Sekolah dan UPT Puskesmas dengan mentikberatkan perbaikan sanitasi sekolah mulai  variabel  Sustainable Development Goals (SDGs) yang teridiri atas air bersih, jamban sekolah, cuci tangan pakai sabun (CTPS), dan pengelolaan limbah cair, serta pengelolaan sampah. Disamping itu juga terdapat instrumen yang terkait dengan stratifikasi UKS untuk mengukur perkembangan pelaksanaan sanitasi sekolah serta  sekolah akan mengisi instrumen terkait kegiatan dan media Komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) tentang sanitasi sekolah. Upaya KIE perlu dilakukan guna meningkatkan pengetahuan warga sekolah dan menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Ilyas juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya semua pihak atas dukungannya terhadap kegiatan Workshop Manajemen Sekolah ini. Semua yang dilakukan oleh Kemendikbud-GIZ sejalan dengan Surat keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri dari Menter Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri yang memberikan panduan dalam penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran dan tahun akademik baru di masa pandemi corona virus disease (Covid-19) pastikan Ilyas.

Maka Setelah workshop ini harapan Ilyas semua sekolah di Kabupaten Batubara dapat lebih menerapkan adaptasi kebiasaan baru yang harus dilakukan dalam pembelajaran tatap muka dan pelaksanaan protokol kesehatan dengan memperkuat keberadaan Satgas Covid-19 di UPTD Sekolah berisi tim kebersihan dan kesehatan serta mengaktifkan Tim Pelaksana UKS di sekolah.

Tim Kemdikbud-GIZ-Disdik Batubara dalam wokshop tersebut melakukan simulasi dan menggali melalui kelompok kerja peserta wokshop. Kelompok kerja teridiri dari unsur Kepala SD, Korwil, Ka. UPT Puskesmas serta unsur Disdik. Kegiatan untama program ini adalah Sosialisasi prosedur untuk peserta didik, Sosialisasi prosedur untuk tim kebersihan, Daftar tilik untuk tata kelola kesiapsiagaan sekolah dalam menghadapi pandemic, Distribusi WASHaLOT (Sarana CTPS Portabel), Distribusi paket kebersihan, 

Distribusi media KIE (poster, stiker) dengan 4 kata kunci sekolah sehat yakni, Tangan (mencuci tangan), Wajah (memakai masker), Jarak (menjaga jarak) dan Permukaan (membersihkan permukaan). Kegiatan Wokshop dipandu Aline Ardhiani, Shalihah afifa Masing-masing HBCC Advisor GIZ, Maria Khatarina Technical professional GIZ dan Alamsyah project Officer serta Hasbullah, Susulawaty masing-masing Kasi dari Bidang Persekolahan Disdik Batu Bara. 

Hadir dalam pertemuan dimaksud selain Bupati Batu Bara yang diwakili Sekdakab Sakti Alam Siregar, Direktur Sekolah Dasar Kemendikbud Sry Wahyuningsih, Deputi Regional Manager dari HBCC (Hygiene Behaviour Change Coalition ) Indonesia – GIZ  Dr. Johann Leonardia yang mengikuti melalui Zoom dari Fhilipina, Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Batu Bara Ahmad Fuad, Sekdis Disdik Darwinson Tumanggor, Kabid Dikdas Basrah, Kasi dilingkungan persekolahan Disdik, Korwas, Korwil serta Kepala UPTD sekolah terpilih dan Ka. UPT Puskesmas se Kabupaten Batu Bara serta Tim GIZ-German Aline Ardhiani, Shalihah afifa Masing-masing HBCC Advisor GIZ, Maria Khatarina Technical professional GIZ dan Alamsyah project Officer dan rekan-rekan media cetak elektronik yang berkesempatan hadir langsung. (Dwi)

Posting Komentar

Tab #2 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !

Tab #3 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !