Call Center0852-7610-8862
Emailmenaraindonesia123@gmail.com

Diduga Jadi Penyebab Tercemarnya Air Laut, Tambak Udang Disambolo Carita Ditutup Sementara

Tambak Udang Disambolo Carita kini Ditutup Sementara.


Menaratoday.com PANDEGLANG, Carita-Perusahaan tambak udang Milik Reymon Petrus yang diduga menjadi penyebab menghitam dan berbau menyengatnya air laut disekitar pantai sambolo desa sukarame kecamatan carita kabupaten pandeglang, banten, kini dipasangi spanduk kecil bertuliskan tempat tersebut ditutup sementara. Hal itu terpasang jelas pada pintu akses masuk tambak tersebut. 


Tambak udang yang hanya dikelilingi oleh spandek ini terlihat sepi, tak ada aktivitas apapun, hanya ada satu penjaga keamanan yang bertugas. Dan kondisi air yang terlihat hitam dan berbau pada beberapa hari yang lalu, kini sudah kembali normal. Berdasarkan pantauan disekitar lokasi, terlihat 2 saluran pipa besar  sepanjang lebih dari 30 meter yang menjorok ke tengah laut. 


Pipa milik tambak udang yang menjorok kelaut, diklaim untuk menyedot air laut dan saluran pembuangan limbah.


"Pipa tersebut katanya sih berfungsi sebagai penyedot air laut ke tambak, dan yang satunya lagi sebagai pembuang limbah yang sudah diolah oleh pihak tambak, namun kenyataannya tidak difungsikan hanya formalitas doang, mereka malah membuang limbahnya  mentah-mentah ke laut, akhirnya aliran sungai menjadi hitam dan berbau menyengat," demikian ungkap salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya. Minggu (12/09/21).


Ia menambahkan, ketika awal berdiri, pihak tambak sempat menyatakan bahwa hanya uji coba, namun ternyata mereka beroperasi hingga panen sebanyak 3 kali.


"Awalnya mereka bilang cuman uji coba saja, tapi kok lama sekali sampe panen tiga kali selama 1 tahun ini," jelasnya.


Ia mengakui, bisa mengetahui perihal itu dengan cara melihat kualitas dan warna air sungai yang mengalir ke laut, karena ketika panen air sungai akan berwarna hijau, jika sudah selesai panen air akan berubah warna menjadi putih.


"Gak tahu itu diapain, justru saya aneh ketika melihat air aliran sungai kemarin yang mengalir kok jadi hitam dan berbau busuk juga, ada kemungkinan mereka membuang begitu saja limbahnya tanpa mengolahnya terlebih dulu didalam tambak," ulasnya.


Sementara itu, kepala dinas lingkungan hidup (Kadis LH) Dra. Hj. Tati Suwagiharti menuturkan, bahwa pihak LH sudah melakukan uji sampling atas air sungai yang banyak dikeluhkan warga sambolo Sukarame.


"Kami pada hari kamis kemarin sudah mendatangi bahkan melakukan uji sampling air yang hitam dan berbau busuk tersebut, namun prosesnya cukup memakan waktu yakni sekitar 10 hari," jelasnya.


Kondisi aliran sungai disambolo terkini. Minggu (12/09/21). 


Jika hasilnya keluar, lanjut Tati, pihak LH akan menginformasikan. Tati juga menambahkan, saat ini lokasi tambak yang diduga telah mencemarkan air sungai dan laut disekitar pantai sambolo sudah dipasangi segel oleh satpol pp untuk ditutup sementara.


Namun berdasarkan keterangan warga, sepinya lokasi tambak dari aktivitas, karena memang tidak ada barang masuk.


"Kita lihat aja tanggal 18 September, menurut info yang didapat ditanggal tersebut bakal ada barang masuk, jika pada tanggal tersebut tetap sepi tidak ada aktivitas berarti memang benar-benar ditutup," katanya.


Menurut informasi yang masuk ke tim redaksi, bahwa pemilik tambak akan mengalihkan tambak udangnya ke cibaliung atau panimbang. 


Diberitakan sebelumnya, pada kamis (09/09/21) warga dikampung sambolo desa sukarame carita, digegerkan dengan menghitam dan berbau menyengatnya aliran sungai yang bermuara ke laut pantai sambolo, hingga mengganggu kenyamanan para wisatawan yang tengah berlibur karena menimbulkan bau tak sedap dan gatal-gatal. (ila)

Posting Komentar

Tab #2 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !

Tab #3 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !