MenaraToday.Com - Pandeglang :
Badan Usaha Milik Desa (BuMDes) Popole, Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, nyatakan siap budidaya 1.000 ekor ayam petelur. Program ketahanan pangan ini akan mulai digarap jika Dana Desa (DD) tahap II tahun 2025 cair.
Direktur BuMDes Popole, Zia Faturohman Azis, S.AP, Zia mengatakan, usaha ayam petelur ini merupakan program ketahanan pangan Desa Cigondang, hal ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo bahwa Desa harus mengelola ketahanan pangan dengan syarat berbadan hukum.
"Dan yang berbadan hukum didesa adalah BuMDes, dan kami memilih ayam petelur karena ayam ini bernilai ekonomis. Semuanya laku dan bermanfaat...Dagingnya laku, ayam hidupnya juga ketika sudah tidak produktif masih bisa dijual, bahkan telur nya pun banyak dicari masyarakat," ucap Zia kepada menaratoday.com. Jum'at (1/8/2025).
Ia menuturkan, dalam anggaran dana desa yang akan cair di tahap II nanti BuMDes Popole akan mendapatkan bantuan untuk usaha sebesar Rp. 250 juta.
"Anggarannya Rp250 juta, akan kami alokasikan ke ayam petelur sebanyak 1.000 ekor dan pemenuhan segala keperluan juga kebutuhan untuk mendirikan usaha ayam petelur ini, untuk lokasi sudah ada tinggal pelaksanannya saja, kami konsepnya nanti dibawah kandangnya itu ada bioflok untuk ikan," ujarnya.
Selain rencana usaha ayam petelur, Zia mengatakan, saat ini bidang usaha BuMDes yang sudah berjalan adalah warung sembako dan Desa digital/Wifi.
"Alhamdulillah dianggaran DD tahun 2024 kami sudah ada usaha warung sembako dan juga wifi, dimana untuk penyediaan sembako ini untuk sementara kami bekerjasama dengan perangkat desa dengan sistem ambil bayar, dimana nanti mereka membayarnya ketika uang gaji/insentifnya cair, dan untuk masyarakat lainnya dibolehkan jika ingin berbelanja ke BuMdes kami namun secara cash," kata Zia.
Sementara terkait Wifi, Zia menyampaikan, ini merupakan salah satu bentuk usaha digital BuMDes Popole hasil kerjasama dengan Sibernet, dalam penyediaan wifi bagi masyarakat Desa Cigondang.
"Dari total target kami 55 modem, baru ada sekitar 21 modem yang terpasang....hingga saat ini kami masih terus melakukan pemasaran kepada para UMKM, seperti warung-warung yang belum memiliki fasilitas internet/wifi agar mau menjadi mitra kami karena ini bisa menambah pemasukan bagi mereka," ujarnya (ILA)