Sarmauli Simbolon Kepsek SDN 102129 KP MAINU Kecamatan Dolok Merawan Diduga Takut Dikonfirmasi Soal Dana BOS

Keterangan Gambar : Edi, Guru SDN 102129 KP MAINU, Kecamatan Dolok Merawan yang mengaku sebagai operator dapodik, saat menghubungi Kepsek Sarmauli Simbolon.

Menaratoday.com - Serdang Bedagai :

Sarmauli Simbolon Kepala sekolah (Kepsek) sekolah dasar negeri (SDN) 102129 Kp Mainu Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) diduga takut saat dikonfirmasi terkait RKAS dan juga soal pengelolaan dan penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Padahal penggunaan dana BOS wajib dikelola secara transparan (terbuka), bukan malah sebaliknya seolah sengaja ingin ditutup-tutupi.

Transparansi diperlukan guna menghindari terjadinya dugaan penyimpangan dan penyalahgunaan dalam pengelolaan dan penggunaan uang negara seperti dana BOS.

Tetapi penggunaan dana BOS di SDN 102129 KP MAINU Kecamatan Dolok Merawan tersebut dikelola secara "tertutup", sehingga menjadi sorotan dan menimbulkan pertanyaan bagi masyarakat (publik).

Kondisi sekolah sangat memprihatinkan padahal anggaran dana BOS selalu dikucurkan secara rutin dan berkelanjutan oleh Pemerintah.

Terlihat asbes (plafon) diruangan kelas dan diluar ruangan banyak yang  bocor bolong-bolong, pintu ruangan kelas dan jendela banyak yang rusak, mobiler kursi dan meja terlihat banyak yang rusak, tembok pagar depan rusak dan bolong, halaman sekolah kondisinya jorok tidak terawat dan dipenuhi sampah yang menumpuk bekas pecahan semen yang berdebu, warna dinding sekolah terlihat kusam, samping sekolah tidak  mempunyai pagar, hanya dipagar oleh batang pohon kayu air dan batang kering juga daun kelapa yang sudah kering dan lapuk, sehingga berpotensi membahayakan murid saat bermain keluar lokasi sekolah yang berdekatan dengan jalan umum, keadaan sekolah negeri tersebut terkesan kumuh.

Kepada menaratoday.com masyarakat setempat mengaku tidak mengetahui sama sekali soal pengelolaan dan penggunaan dana BOS.

"Gak tau kami soal dana BOS bang, berapa dana BOS, dibuat untuk apa kami gak tau bang," ucap salah satu warga Kecamatan Dolok Merawan yang tidak ingin namanya ditulis.

Terkait pengelolaan dan penggunaan dana BOS telah konfirmasi langsung oleh menaratoday.com ke sekolah, pada Rabu (27/8/25), tetapi Sarmauli Simbolon Kepsek SDN 102129 Kp Mainu tidak berada di sekolah.

"Kepsek rapat di kantor korwil pak," jawab Edi guru di sekolah tersebut.

Saat dikonfirmasi soal RKAS dan dana BOS, guru tersebut mengaku tidak mengetahui sepenuhnya terkait RKAS dan penggunaan dana BOS.

"Sama ibu itu Pak (informasi soal RKAS), gak bisa jawab Pak, ibu itulah yang jawab Pak, semua guru harus tau apa keperluan semua kebutuhan itu dicover sama dana BOS, cuma (guru-guru) gak semuanya tau, yang besar-besar aja gitu Pak, gak berhak saya jawabnya karena bukan wewenang saya Pak, soal siplah gak tau, ibu itu yang tau," jawab guru yang mengaku sebagai operator dapodik itu.

Terkait hal itu juga dikonfimasi kepada Jarwo selaku Korwilcam Dinas Pendidikan Kecamatan Dolok Merawan, tetapi Jarwo tidak berada dikantor nya, terlihat kantor kosong dan pintu ruangan terbuka.

"Pak Korwil rapat di Dinas Pendidikan Sei Rampah Pak," ucap Sundari staff kantor korwil.

Ketika guru tersebut menghubungi Sarmauli Simbolon untuk menginformasikan bahwa ada wartawan yang datang dan menunggu untuk konfirmasi, tetapi Kepsek Sarmauli Simbolon tidak bersedia meluangkan waktunya.*

(Hingga berita ini ditulis, Kepsek SDN 102129 Kp Mainu Sarmauli Simbolon tidak dapat konfirmasi).

Penulis: IRLAN JAYA SITUMORANG, Wartawan UKW Muda.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama