MenaraToday.Com - Pandeglang :
Semangat menuju lingkungan yang sehat dan bebas dari perilaku buang air besar sembarangan (Open Defecation Free/ODF) terus bergema di Kabupaten Pandeglang. Pemerintah daerah bersama berbagai pemangku kepentingan menguatkan tekad melalui kegiatan Percepatan ODF dan Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) yang digelar di Aula Gedung PGRI Kecamatan Cadasari. Selasa (11/11/2025).
Kegiatan ini menjadi titik temu komitmen bersama antara jajaran pemerintah daerah dengan perwakilan dari 17 kecamatan dan 174 desa/kelurahan, dalam mewujudkan Pandeglang sebagai Kabupaten Sehat yang berkelanjutan.
Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Pandeglang, Hj. Raden Dewi Setiani, yang hadir didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan serta Asisten Daerah II. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa percepatan capaian ODF tidak bisa hanya menjadi urusan sektor kesehatan semata, melainkan harus dikerjakan secara terpadu lintas sektor dan jenjang pemerintahan.
“Pembangunan kesehatan bukan sekadar urusan fasilitas medis, tetapi juga bagaimana masyarakat mengubah perilaku dan menjaga lingkungan. Pemerintah desa memiliki peran penting dalam memastikan layanan sanitasi dasar tersedia bagi semua warga,” ujar Bupati.
Kehadiran Ketua Forum Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Kabupaten Pandeglang, Hj. Irna Narulita, turut memberikan warna dalam kegiatan tersebut. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara forum, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat capaian indikator Kabupaten Sehat.
“Forum KKS adalah wadah kolaborasi. Kita ingin setiap kecamatan dan desa mampu memenuhi standar tatanan lingkungan sehat. Sinergi adalah kunci untuk mewujudkan Pandeglang yang benar-benar sehat dan berdaya,” tutur Irna.
Tidak hanya sambutan dan komitmen, kegiatan ini juga diisi dengan sesi materi teknis dari sejumlah narasumber lintas instansi. Perwakilan dari BPMPD menyoroti pentingnya peran pemerintah desa dalam penyediaan sarana sanitasi dan pemberdayaan masyarakat agar perilaku hidup bersih menjadi kebiasaan sehari-hari. Sementara itu, Bappeda Kabupaten Pandeglang, melalui Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, menjelaskan bagaimana program ODF dapat diintegrasikan dalam perencanaan pembangunan daerah, sehingga memiliki keberlanjutan dan menjadi bagian dari kebijakan jangka panjang.
Lebih dari sekadar sosialisasi, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat jejaring antar instansi, lintas sektor, dan masyarakat. Kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah, kecamatan, desa/kelurahan, forum KKS, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat terwujudnya status ODF di seluruh wilayah Pandeglang.
Harapannya, langkah bersama ini tidak berhenti pada deklarasi semata, tetapi berlanjut menjadi gerakan nyata: menghadirkan lingkungan yang bersih, perilaku hidup sehat, serta masyarakat Pandeglang yang lebih sejahtera dan berdaya. (ILA)
