MenaraToday.Com - Pandeglang :
Di bawah teriknya matahari Oktober 2025, hamparan hijau daun timun membentang di lahan seluas satu hektare milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tandayan Janaka di Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang. Ribuan batang timun tumbuh subur di sana, menjadi bukti semangat warga desa yang tengah menyiapkan diri menuju masa panen perdana sekitar satu bulan ke depan.
Imron, penanggung jawab kebun timun BUMDes Tandayan Janaka, tersenyum saat menatap kebun itu.
“Kami mulai menanam sejak awal Oktober. Kalau lancar, in sya allah sebulan lagi sudah bisa panen,” ujar Imron kepada menaratoday.com. Selasa (11/11/2025).
Menurutnya, keputusan menanam timun bukan tanpa alasan. Selain mudah dalam perawatan, masa pertumbuhannya juga jauh lebih singkat dibanding tanaman lain seperti cabai.
“Kalau cabai itu repot, banyak perawatan dan lama tumbuhnya. Timun lebih variatif, dan cepat menghasilkan,” jelasnya.
BUMDes Tandayan Janaka menanam sekitar 8.000 bibit timun dengan melibatkan lima pekerja tetap dari warga sekitar. Seluruh kegiatan ini dibiayai dari dana desa (DD) tahun 2025, dengan nilai investasi mencapai sekitar ±Rp180 juta, mencakup pengolahan lahan, pembelian bibit, pupuk, serta kebutuhan operasional hingga panen.
Selain memberi nilai ekonomi, program ini juga diharapkan bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain di Pandeglang.
“Setiap desa punya keunggulan masing-masing. Ada yang kembangkan ayam petelur, ada lele, ada bebek. Kami pilih timun karena potensi lahannya cocok dan perawatannya sederhana,” kata Imron.
Ia berharap, hasil panen perdana nanti bisa maksimal dan membuka peluang usaha baru bagi warga, khususnya dalam pemasaran hasil panen.
Dengan waktu panen yang hanya sekitar satu bulan, Imron optimistis kebun timun bisa menjadi sumber ekonomi baru yang cepat berputar bagi masyarakat Desa Janaka.
“Yang penting kami terus semangat dan kompak. Semoga panennya melimpah,” tutupnya. (ILA)
