BuMDes Cipta Mandiri Carita Berdayakan Warga Produksi Emping Melinjo

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Badan Usaha Milik Desa (BuMDes) Cipta Mandiri Carita, Desa Carita, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, terus mengembangkan unit usahanya. Pada 2025, BuMDes ini menerima dana program ketahanan pangan (Ketapang) melalui Dana Desa (DD) sebesar Rp225 juta yang dicairkan dalam dua tahap. Dana tersebut digunakan untuk berbagai sektor usaha, mulai dari peternakan kambing, penanaman padi, hingga jagung. Masing-masing komoditas ditanam di lahan seluas satu hektare, sementara ternak kambing yang dikelola saat ini berjumlah 33 ekor.

Kini, BuMDes yang dikelola Deden Hidayat, S.Sos., kembali melebarkan sayap dengan memberdayakan para pengrajin emping melinjo di Kampung Kadu Jogja, Desa Carita. Usaha ini menjadi lini bisnis baru yang diharapkan mampu meningkatkan perekonomian warga setempat.

“Dana desa sebesar Rp225 juta pada tahun lalu kami alokasikan untuk ternak kambing sebanyak 33 ekor (17 jantan dan 16 betina), serta usaha padi dan jagung masing-masing di lahan satu hektare. Alhamdulillah semuanya masih berjalan, dan sejak pertengahan Desember lalu kami juga mulai mengembangkan usaha emping melinjo dengan memberdayakan warga sekitar sebagai pengrajinnya,” ujar Deden kepada menaratoday.com, Selasa (27/1/2026), usai Musyawarah Desa (Musdes) Carita di Aula Kantor Desa Carita.

Saat ini, BuMDes Cipta Mandiri Carita melibatkan 10 orang pengrajin emping dengan sistem upah harian. Produksi dilakukan secara bertahap dengan sistem stokis.

“Sekarang kami baru bisa produksi sekitar 2 kuintal per dua minggu. Dari 1 kilogram biji melinjo yang diolah menjadi emping mentah, pengrajin kami beri upah Rp7.000. Untuk bahan baku, melinjo kami beli dari petani seharga Rp15.000 per kilogram, lalu kami jual ke pedagang yang biasa berjualan di kawasan pantai dengan harga Rp37.000 per kilogram. Harga jual ke konsumen ditentukan oleh mereka (pedagang), ada yang sampai Rp60.000 per kilogram, jadi bisa menambah penghasilan mereka,” jelasnya.

Sementara itu, untuk usaha ternak kambing, Deden mengakui belum memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) karena masih ada kendala.

“Dari 33 ekor kambing, tiga ekor mati. Sekarang tersisa 30 ekor setelah sebelumnya sempat dijual dua ekor dengan nilai sekitar Rp2 juta, namun hasilnya kami belikan kembali,” katanya.

Adapun usaha pertanian padi dan jagung diperkirakan mulai panen pada tahun ini.

“Untuk jagung diperkirakan panen bulan depan, dan padi sekitar Maret atau April. Semoga hasilnya maksimal,” imbuhnya.

Deden berharap seluruh program usaha BuMDes dapat mendorong roda perekonomian desa, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Semoga pengembangan usaha emping melinjo ini bisa membantu dan menambah penghasilan warga. Ke depan, kami juga berharap usaha BuMDes bisa berkembang ke sektor lain, seperti peternakan sapi serta perluasan lahan padi dan jagung menjadi masing-masing dua hektare,” pungkasnya. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama