MenaraToday.Com - Kota Batu :
Sekitar 5 orang pria yang mengaku dari Polsek Junrejo, Polres Batu melakukan penggerebekan di Villa Desir 3 Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur pada hari Jumat (24/10/2025) yang lalu.
Menurut keterangan pemilik vila, para pelaku datang dengan sikap mengancam dan salah seorang diantaranya membawa senjata api jenis pistol dan membawa salah seorang pekerja vila berinisial AML dengan menggunakan mobil berwarna silver, kemudian tidak jauh dari lokasi AML disebutkan akan dilepaskan jika membayar uang sebesar Rp 5 juta
"Karena tidak memiliki uang seperti diminta oleh para pelaku, kemudian pelaku menurunkan permintaan mereka menjadi Rp. 3 juta lalu turun lagi Rp. 2 juta hingga akhirnya disepakati menjadi Rp. 1.700 ribu dan setelah diserahkan AML menyebutkan dirinya tidak memiliki uang untuk makan, lalu salah seorang pelaku memberi AML uang sebesar Rp. 150 ribu" jelas pemilik Villa saat berbincang-bincang dengan awak media, Selasa (27/1/2026)
Lebih lanjut pemilik villa menambahkan merasa menjadi korban pemerasan, keesokan harinya AML dengan didampingi isteri pemilik villa melapor ke Polsek Junrejo, Polres Kota Batu
Dari laporan tersebut diketahui uang yang dikembalikan sebesar Rp. 1 juta sementara sisanya masih di kuasai oleh oknum pelaku.
Saat tim MenaraToday.Com melakukan konfirmasi ke Kanit Resnarkoba Polres Baru terkait adanya anggota berinisial EVN l, dengan tegas Kanit menyatakan tidak ada anggota Resnarkoba berinisial EVN.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Kasatresnarkoba Polres Batu yang menyebutkan tidak ada personel Satresnarkoba berinisial EVN
Sementara itu Kapolsek Junrejo, Iptu Fredi saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan, meskipun pesan pesan telah dibaca dengan tanda contreng dua.
Kemudian wartawan menghubungi Humas Polres Baru menanyakan nomor yang mengaku sebagai anggota polisi yang melakukan penggerebekan villa Desir 3, namun Humas menyebutkan bahwa nomor tersebut bukan milik anggota kepolisian.
Sementara itu saat dihubungi wartawan sekira pukul 14.27 Wib, EVN akhirnya mengaku bukan anggota polisi, ia menyatakan datang ke lokasi villa bersama dua orang dan mengklaim salah satunya merupakan personel Polsek Junrejo bukan personel Satresnarkoba Polres Batu.
EVN juga mengaku bahwa target awal kerja bukan AML, namun karena tidak menemukan target akhirnya AML yang berada di lokasi justru dijadikan sasaran
Kasus ini kini menimbulkan dugaan kuat adanya penyalahgunaan identitas aparat dan tindakan pemerasan, serta perlu penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan keterlibatan oknum anggota kepolisian di lapangan. (Bonong)
