Cihunjuran, Kolam Pemandian Purba di Pandeglang Dipercaya Penarik Rezeki Dan Jodoh

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Di balik rimbunnya pepohonan dan sejuknya udara kaki Gunung Pulosari, Banten, tersembunyi sebuah kolam pemandian purba yang sarat sejarah dan mitos.  

Namanya Cihunjuran, sebuah situs keramat yang hingga kini dipercaya mampu menarik rezeki, mempermudah jodoh, sekaligus menjadi tempat penyembuhan berbagai penyakit. Situs Cihunjuran terletak di Kampung Cihunjuran, Desa Cikoneng, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang. 

Pemandian ini bukan sekadar destinasi wisata alam, melainkan ruang spiritual yang menyimpan jejak peradaban kuno, diyakini berkaitan erat dengan Prabu Angling Dharma, Raja Kerajaan Salakanagara, kerajaan Hindu tertua di Nusantara.

Air kolamnya jernih dan dingin, mengalir tanpa henti dari mata air alami. Di sekelilingnya, batu-batu purba berdiri tegak seperti saksi bisu zaman Megalitikum. Tak heran, tempat ini menjadi magnet bagi peziarah dan wisatawan dari berbagai daerah.

Salah satu pengunjung asal Bogor, Jahrudin (29), mengaku baru pertamakali mengunjungi kolam pemandian Cihunjuran. Ia mengetahuinya dari media sosial. 

"Kebetulan pertamakali kesini, bareng keluarga...saya tau soal cihunjuran dari medsos dan tertarik untuk datang kesini, murah juga masuknya cuman 10 ribu," tuturnya. 

Sementara itu, salah satu tokoh Cihunjuran, Abah Asraf, menuturkan bahwa pemandian ini hampir tak pernah sepi pengunjung, terutama pada hari-hari tertentu.

“Hari biasa sampai hari libur selalu ramai oleh pengunjung dari mana-mana, bahkan yang dari Lampung juga ada ke sini. Ramenya di hari Senin, Kamis, Sabtu, dan Minggu,” ujar Abah Asraf kepada menaratoday.com, Senin (5/1/2026).

Selain mandi di kolam keramat, pengunjung juga dapat menyusuri situs peninggalan Kerajaan Salakanagara yang berada tak jauh dari lokasi pemandian. Di area tersebut terdapat menhir dan arca batu, yang menjadi bukti kuat keberadaan peradaban kuno di wilayah Pandeglang.

Menurut Abah Asraf, Cihunjuran memiliki nilai spiritual yang sangat kuat. Sejak dirinya berada di lokasi tersebut pada tahun 1983, ribuan orang datang dengan beragam harapan.

“Cihunjuran bukan pemandian biasa. Tempat ini sakral. Banyak yang percaya airnya bisa menyembuhkan penyakit dan membawa keberuntungan. Yang datang bukan hanya masyarakat biasa, tapi juga pejabat dan tokoh masyarakat,” jelasnya.

Tak hanya berendam, para peziarah biasanya memanjatkan doa kepada Yang Maha Kuasa, berharap air Cihunjuran menjadi perantara kemudahan hidup, baik dalam urusan rezeki, kesehatan, maupun jodoh.

Di sekitar lokasi pemandian juga terdapat makam Abah Jangkung, yang oleh masyarakat setempat dikenal sebagai Prabu Angling Dharma dalam tradisi Hindu dan Wali Jangkung dalam tradisi Islam. Keberadaan makam ini semakin menguatkan akulturasi budaya dan spiritual yang menyelimuti kawasan Cihunjuran.

Secara administratif, Situs Menhir Cihunjuran berada di kawasan hutan BKPH Pandeglang RPH Mandalawangi. Di dalamnya terdapat beberapa batu purba dan kolam pemandian yang diperkirakan berasal dari Zaman Megalithikum.

“Cihunjuran adalah bukti kekayaan budaya dan spiritual masyarakat Sunda. Tempat ini bukan hanya untuk wisata, tapi juga untuk mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa,” tutup Abah Asraf.

Di tengah modernisasi, Cihunjuran tetap berdiri sebagai ruang sunyi yang memadukan alam, sejarah, dan keyakinan mengalirkan air, doa, dan harapan dari masa lalu hingga hari ini. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama