MenaraToday.Com - Pandeglang :
Suasana dini hari yang biasanya sunyi di Kampung Pangsor, Desa Caringin, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, berubah mencekam pada Kamis (08/01/2026) sekitar pukul 03.30 WIB. Teriakan minta tolong memecah keheningan, diikuti kepanikan warga yang berhamburan keluar rumah. Di balik kepanikan itu, seorang remaja berinisial AS (sekitar 16 tahun) diduga mengamuk hingga berujung pada penusukan terhadap seorang warga bernama Ujang (55).
Korban diketahui tengah bersiap berangkat ke Pasar Labuan untuk berbelanja sayuran, rutinitas yang telah dijalaninya bertahun-tahun. Namun pagi itu berbeda. Alih-alih berangkat ke pasar, ia justru dilarikan ke RSUD Labuan setelah mengalami luka tusuk di bagian perut sebelah kiri.
Peristiwa bermula ketika AS, remaja yang tinggal tak jauh dari rumah korban, diduga mengamuk di kediaman orang tuanya. Orang tuanya panik dan berteriak meminta pertolongan warga. Mendengar teriakan tersebut, Ujang bersama dua rekannya segera menuju lokasi untuk membantu menenangkan situasi.
Beberapa warga lain, seperti Empid (30) dan Nawi (48), juga ikut turun tangan. Warga sempat membawa AS ke depan rumah untuk menjauhkannya dari anggota keluarga. Situasi tampak mereda sesaat, namun kembali memanas ketika remaja itu diduga kembali mengamuk dan merusak kaca jendela rumah.
Dalam kondisi tidak terkendali, AS diduga mengambil sebilah pisau yang menurut keterangan warga terbuat dari duri ikan pari.
Saat berpapasan dengan Ujang di sekitar rumah korban, penyerangan pun terjadi. Korban sempat melakukan perlawanan sebelum akhirnya warga berhasil mengamankan terduga pelaku dengan tali dan membawa korban ke rumah sakit.
Di tengah kepanikan warga, beredar dugaan bahwa aksi AS dipicu oleh konsumsi minuman ginseng.
Hal ini dibenarkan oleh Kapolsek Labuan Badri Hasan, S.M., M.M
“Benar, ada laporan dugaan penikaman. Korban saat ini dirawat di RSUD Labuan, sedangkan terduga pelaku sudah diamankan. Dugaan sementara, pelaku melakukan perbuatan itu akibat dari efek mengonsumsi minuman ginseng,” ujarnya.
Namun begitu, Kapolsek menegaskan bahwa seluruh keterangan masih bersifat dugaan dan pemeriksaan lebih lanjut terus dilakukan. Polisi masih mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan saksi yang berada di lokasi kejadian.
Bagi warga Kampung Pangsor, kejadian ini bukan hanya soal luka tusuk dan pecahan kaca. Banyak warga mengaku masih diliputi rasa khawatir dan belum sepenuhnya percaya peristiwa itu benar terjadi di lingkungan mereka yang selama ini dikenal tenang.
Anak muda yang mereka kenal sehari-hari, kini menjadi terduga pelaku dalam perkara serius. Sementara korban yang akrab dipanggil Ujang, sosok pedagang sayur yang rajin dan sederhana, terbaring di rumah sakit menanti pemulihan.
Di balik kejadian ini, muncul pula percakapan warga tentang pengawasan konsumsi minuman berenergi atau berbahan herbal, khususnya pada remaja. Sebagian berharap orang tua lebih waspada, sementara lainnya menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum dan pemeriksaan medis.
Pihak kepolisian menegaskan penanganan perkara dilakukan dengan memperhatikan ketentuan perlindungan anak, mengingat terduga pelaku masih di bawah umur.
“Mengingat terduga pelaku masih di bawah umur, penanganan perkara akan dilakukan dengan memperhatikan ketentuan perlindungan anak sesuai peraturan perundang-undangan,” ujar Kapolsek.
Pendekatan ini mencakup pemeriksaan psikologis, pendampingan orang tua, serta proses hukum yang tetap mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak, tanpa mengabaikan hak-hak korban.
Hingga kini, Ujang masih menjalani perawatan medis di RSUD Labuan. Kondisinya terus dipantau tim kesehatan. Sementara itu, warga Kampung Pangsor menanti kepastian hasil penyelidikan: apa yang sebenarnya memicu amukan AS dini hari itu, dan bagaimana langkah pemulihan bagi korban maupun pelaku. (ILA)
