MenaraToday.Com - Bungo ;
Aktifitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah hukum Kabupaten Bungo yang selama ini sedang berupaya ditertibkan oleh Kapolres Bungo nampaknya belum menyentuh wilayah Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas.
Aktifitas PETI yang memberi dampak terhadap pengairan persawahan para petani diduga berasal dari tiga desa, yaitu Desa Tebing Tinggi, Desa Rantau Embacang dan Desa Lubuk Landai.
Hal ini dikeluhkan terutama oleh masyarakat petani Desa Lubuk Landai yang saat ini sedang menunggu tanaman padi di sawah yang mereka garap yang saat ini sedang mulai pecah' bunga dan mulai muncul bulir bulir padi.
Para Petani di Desa Lubuk Landai was was dan resah akibat air yang mengaliri sawah sawah mereka melalui jaringan saluran irigasi kini berwarna kuning keruh akibat terdampak aktifitas PETI .
Nampak air kuning keruh mengalir di saluran irigasi persawahan dan masuk ke lokasi sawah tempat padi yang mereka tanam tumbuh dan sedang mulai berbuah.
Para petani cemas air terdampak PETI berpengaruh buruk terhadap tanaman padi mereka sebagai sumber pangan utama yang mereka kelola.
Menurut informasi, lokasi sawah terdampak yang ada di Desa Lubuk Landai kurang lebih 80 hektar dengan jumlah petani sekitar 150 orang, dan lokasi persawahan tersebut merupakan lahan ketahanan pangan yang merupakan program Presiden Prabowo.
"Kami khawatir pertumbuhan tanaman padi kami terdampak, apalagi ini merupakan lahan pertanian terluas di sini dan merupakan program ketahanan pangan", ujar petani sekaligus pengurus Gapoktan yang tidak mau namanya di publikasikan.
"Tolong kepada para pejabat pemerintah Bungo dan juga pihak Kepolisian, perhatikan kondisi ini, jangan sampai kami masyarakat petani menjadi korban", ujarnya lagi. (Mucin/Tim)
