Sempat Buron, Kakek Terduga Pelaku Pencabulan ABK di Pandeglang Berhasil Ditemukan di Gajrug Lebak

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Pelarian T (inisial), seorang kakek asal Pandeglang yang sebelumnya dinyatakan buron setelah dilaporkan atas dugaan tindak pencabulan terhadap Bunga (bukan nama sebenarnya), remaja berkebutuhan khusus asal Kecamatan Carita, akhirnya berakhir. Terduga pelaku berhasil ditangkap oleh pihak keluarga dan diserahkan kepada kepolisian.

Menurut keterangan keluarga korban, penangkapan dilakukan pada Minggu (11/1/2026) dini hari. Pihak keluarga melakukan pencarian hingga wilayah Gajrug, Kabupaten Lebak, sebelum akhirnya menyerahkan T ke Polres Pandeglang untuk diproses secara hukum.

“Tadi pagi sama keluarga, sekitar jam 7 pagi berangkat menuju Gajrug, Kabupaten Lebak, dan sekitar jam 2 dinihari pelaku diserahkan ke Polres untuk diproses lebih lanjut,” ujar Tuti, salah satu kerabat korban.

Tuti menyampaikan harapan agar proses hukum berjalan tegas dan memberikan efek jera.

“Dihukum selama-lamanya harapannya,” katanya singkat.

Kasus dugaan pencabulan ini mencuat menjelang pergantian tahun 2026. Saat itu, Bunga, yang masih berusia 12 tahun dan merupakan anak berkebutuhan khusus, memberanikan diri menceritakan pengalaman pahit yang dialaminya kepada keluarga. Pengakuan tersebut mengejutkan dan langsung ditindaklanjuti dengan pelaporan ke pihak berwajib.

Laporan resmi disampaikan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pandeglang.

“Keluarga baru mengetahui sekitar satu minggu sebelum tahun baru dan langsung melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pandeglang,” tutur Tuti.

Terduga pelaku yang berinisial T diketahui masih memiliki hubungan kedekatan sebagai tetangga. Korban disebut beberapa kali diajak ke area hutan dan menerima perlakuan tidak senonoh. Sejumlah warga mengaku pernah melihat keduanya bersama di lokasi yang sama.

Kondisi korban dan harapan pendampingan. Meski telah mengalami peristiwa traumatis, kondisi Bunga saat ini dinilai cukup stabil. Namun keluarga tetap menekankan pentingnya pendampingan karena korban merupakan anak berkebutuhan khusus yang memerlukan perhatian ekstra

“Anaknya biasa saja, tidak terlihat perubahan mencolok dari perilaku maupun sikapnya. Tapi bagaimanapun ia adalah anak berkebutuhan khusus dan tetap perlu pendampingan,” ujar Tuti. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama