Imbas Viral Kemasan Kresek, Penyalur MBG B3 di Pasirkadu Pandeglang Klarifikasi dan Minta Maaf

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Viral di media sosial, foto dan video paket Menu Makan Bergizi Gratis untuk Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita (MBG B3) yang dibagikan menggunakan plastik kresek di Desa Pasirkadu, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, memantik reaksi publik. Peristiwa yang terjadi pada Kamis (8/1/2026) malam itu kini berujung pada permintaan maaf terbuka dari para pihak terkait.

Di sebuah ruangan sederhana, Lusy Sulistianingsih selaku koordinator kader Desa Pasirkadu menyampaikan klarifikasi sembari berusaha menahan haru. Ia mengakui bahwa pemindahan makanan bergizi dari wadah tray atau ompreng ke kantong plastik memang benar. 

“Saya selaku koordinator kader Desa Pasirkadu ingin menyampaikan klarifikasi terkait MBG yang didistribusikan menggunakan plastik, itu memang benar adanya,” ujar Lusy, Sabtu (9/1/2026).

Menurut Lusy, kondisi lapangan yang tidak ideal membuat keputusan diambil secara spontan. Pengiriman menu datang terlambat, hujan turun, sementara wadah ompreng harus segera dikembalikan.

“MBG datang terlalu sore sekitar pukul 17.15 WIB. Spontanitas terjadi di lapangan mengingat sudah sore dan hujan. Ompreng harus langsung diambil, akhirnya kami memindahkan menu MBG tersebut ke kantong plastik,” jelasnya.

Ia menuturkan, saat pemindahan makanan itu terdapat dua sopir pengantar dan dua karyawan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ikut merapikan ompreng kosong.

Sebagai koordinator, Lusy menyampaikan penyesalan mendalam. Baginya, kejadian itu menjadi pelajaran berharga.

“Mohon maaf yang sebesar-besarnya bila terdapat kekeliruan pada saat pelaksanaan pendistribusian. Itu murni spontanitas melihat kondisi yang sudah sore dan hujan. Kepada ibu-ibu penerima dan seluruh masyarakat Desa Pasirkadu kami memohon maaf yang sebesar-besarnya,” tuturnya.

Hal serupa datang dari SPPG Karya Sari Sukaresmi, pihak penyalur MBG B3 untuk Desa Pasirkadu. Kepala dapur SPPG menyebut insiden viral tersebut menjadi bahan evaluasi internal.

“Saya meminta maaf atas terjadinya kegaduhan atau berita viral ini. Secara pribadi saya meminta maaf kepada penerima manfaat, masyarakat, dan kader atas keterlambatan pengiriman,” ucap Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karyasari Sukaresmi, Dimas Dhika Alpiyan. 

Ia mengakui, berbagai kendala teknis di lapangan kerap memengaruhi jadwal pengiriman.

“Banyak problem yang kita tidak tahu sebelumnya. Adanya video ini jadi bahan evaluasi bagi SPPG Karya Sari Sukaresmi,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), Adi Purnomo, juga turut menyampaikan permintaan maaf dan harapan agar program berjalan lebih baik.

“Saya perwakilan dari BGN Pusat meminta maaf kepada para penerima manfaat. Semoga dengan adanya kejadian ini menjadi lebih baik ke depannya,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, program MBG B3 yang dikirim dari dapur SPPG Karya Sari diterima kader sekitar pukul 18.30 WIB dan dibagikan kepada penerima manfaat pukul 19.00 WIB. Sebagian warga keberatan karena paket makanan telah dipindahkan ke plastik kresek, bukan wadah makanan yang layak dan tertutup.

Seorang sumber menyebut keterlambatan pengiriman bukan pertama kali terjadi.

“Sudah sering begini, telat datang. Hari ini alasannya jadwal pengiriman datang jam 17.30, sampai ke posyandu ba’da Magrib, dibagi jam 7 malam,” ungkapnya.

Menu MBG hari itu berisi nasi putih, daging ayam, lengkeng, dan irisan mentimun yang dicampur menjadi satu dalam satu kantong plastik kresek. Dari dapur penyedia, menu dikemas menggunakan tray. Namun saat tiba di tingkat koordinator kader, makanan dipindahkan ke plastik sebelum dibagikan.

Salah satu penerima manfaat mengaku enggan mengambil jatah MBG karena kemasan dianggap kurang layak. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama