MenaraToday.Com - Pandeglang :
Sudah lebih dari dua pekan banjir merendam Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten. Air tak kunjung surut, justru semakin memperparah kondisi warga yang kini hidup dalam keterbatasan dan keterisolasian.
Air setinggi satu hingga satu setengah meter menutup ratusan rumah. Jalan utama desa terputus total, membuat aktivitas warga lumpuh. Anak-anak terpaksa berhenti sekolah, sementara para orang tua tak dapat bekerja karena tidak ada akses keluar masuk desa. Setiap hari, warga hanya bisa pasrah menghadapi genangan yang tak kunjung surut.
Salah seorang warga, Adha, mengatakan, persediaan bahan makanan, air bersih, dan obat-obatan semakin menipis. Bantuan memang ada, tetapi hanya bisa masuk lewat jalur alternatif menggunakan perahu kecil, itupun terbatas dan sangat bergantung pada cuaca.
“Kami sudah berhari-hari sulit beraktivitas. Mau keluar desa tidak bisa, stok makanan menipis. Kami sangat berharap ada bantuan segera,” tutur Adha dengan nada lelah. Sabtu (25/1/2026).
Di tengah keterbatasan, lanjutnya, warga juga harus menghadapi ancaman kesehatan. Anak-anak dan lansia mulai mengalami gangguan akibat lingkungan yang lembap dan air yang kotor. Penyakit kulit, demam, hingga gangguan pernapasan mulai muncul.
"Kami berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera turun tangan, tidak hanya menyalurkan bantuan logistik, tetapi juga membuka akses darurat agar desa tidak terus terisolasi," tandasnya.
Hingga kini, Desa Idaman masih menunggu uluran tangan. Di tengah banjir yang tak kunjung surut, harapan warga tetap mengalir: agar bantuan datang tepat waktu dan kehidupan mereka bisa kembali pulih. (ILA)
