MenaraToday.Com - Pandeglang :
Nurjanah (68), seorang janda lanjut usia (Lansia) warga Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, ditemukan meninggal dunia di tempat yang selama ini ditinggalinya, tepat di depan mes milik Balai TNUK di Jalan Raya Labuan–Carita, Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.
Kanit Reskrim Polsek Labuan, Iptu Asep Iim NH, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga terkait adanya seorang perempuan yang ditemukan meninggal dunia, diduga memiliki gangguan jiwa.
“TKP berada di Jalan Raya Labuan–Carita, Mes TNUK, Kampung Pasir Tanjung RT 002 RW 008, Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang,” ujar Iptu Asep kepada menaratoday.com.
Berdasarkan identitas yang ditemukan, korban bernama Nurjanah, usia 68 tahun, asal Ciamis, Jawa Barat. Dalam KTP tercatat korban bekerja sebagai pedagang dan berdomisili di Kampung Karet RT 001 RW 002, Desa Teluk, Kecamatan Labuan.
“Korban dievakuasi ke Puskesmas Labuan sekitar pukul 19.40 WIB. Malam ini jenazah rencananya akan dibawa ke majelis yang ada di Teluk karena Puskesmas Labuan tidak memiliki fasilitas penyimpanan jenazah,” jelasnya.
Salah seorang saksi, Imam, mengatakan korban telah tinggal di depan Mes TNUK tersebut selama kurang lebih satu tahun. Pada Jumat malam sekitar pukul 19.00 WIB, ia bermaksud melihat kondisi korban, namun mendapati korban sudah dalam keadaan kaku dan diduga meninggal dunia.
“Tadinya mau lihat keadaan Mak Nurjanah, tapi pas saya lihat posisinya seperti tidur tapi kaku. Akhirnya saya lapor ke Polsek dan langsung dievakuasi ke Puskesmas Labuan,” ujarnya.
Saksi lainnya, Aat, pemilik warung yang berada tak jauh dari lokasi kejadian, menambahkan bahwa ia biasa mengecek kondisi korban setiap malam.
“Biasanya tiap habis nutup warung saya selalu nengokin Mak karena udah seperti orang tua sendiri. Tapi kali ini Mak sudah tidur, karena curiga saya bilang ke teman, ternyata Mak Nurjanah sudah tidak ada,” ucapnya lirih.
Sementara itu, pihak Puskesmas Labuan membenarkan korban sempat dibawa ke fasilitas kesehatan tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya tanda kekerasan. Korban meninggal akibat dehidrasi dan pengaruh ekstrem,” ungkap pihak Puskesmas. (ILA)
