Usai Diperbaiki Jalan Nasional Di Pandeglang Rusak Lagi, Warga Minta Audit Pemeliharaan

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Warga di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, mengaku semakin resah dengan kondisi jalan nasional yang rusak parah dan dipenuhi lubang. Jalan yang menjadi jalur utama warga dan wisatawan itu kerap memicu kecelakaan, terutama saat arus kendaraan ramai.

Keluhan itu disampaikan oleh Uu Jhoni, warga Desa Sukarame Kecamatan Carita. Ia menuturkan, kerusakan jalan sudah terjadi cukup lama dan penanganan yang dilakukan belum memberikan hasil berarti.

“Padahal waktu akhir Desember 2025 sekitar pas Natal ada sebagian yang ditambal oleh dinas atau pemerintah terkait. Tapi kita perhatikan, belum juga seminggu sudah pada hancur lagi. Aneh. Pas tahun baru juga saya khawatir ramai pengunjung terus terjadi kecelakaan,” ujar Uu Jhoni. Rabu (7/1/2026).

Tak hanya melihat pengendara lain jatuh, keluarganya pun pernah menjadi korban akibat jalan berlubang. Nada kesal terdengar ketika ia menceritakan pengalamannya.

“Bahkan selain melihat masyarakat yang melintas jatuh, keluarga saya juga pernah jadi korban jatuh gara-gara jalan yang hancur dan berlubang. Bagaimana itu pertanggungjawabannya? Belum seminggu ditambal malah jadi hancur lagi. Seperti apa kualitasnya, kaya asal-asalan gitu,” ungkapnya.

Selain sebagai warga, Uu Jhoni juga aktif sebagai Ketua DPAC Carita Organisasi Kemasyarakatan Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (BPPKB). Ia menyebut sejumlah titik jalan yang dinilai rusak parah dan rawan kecelakaan.

“Lokasi yang rawan karena rusak parah itu di Jembatan Citajur Cibenda, depan Indomaret Kampung Sangiang, depan penginapan Pada Suka, depan Sunset atau penginapan Paniisan dan sekitarnya sampai arah Labuan. Saya tahu karena saya juga aktif sebagai ketua komunitas YRK yaitu Yamaha RX King Bersatu Labuan Banten. Harapan saya, jalan tersebut segera dibangun, jangan ditambal, baiknya dicor,” harapnya.

Keluhan senada disampaikan Yayan, warga Carita sekaligus pimpinan Lembaga Al Jagur. Ia menyebut, kerusakan tidak hanya terjadi di satu titik, tetapi di sejumlah ruas yang menjadi jalur utama.

“Bukan hanya di situ. Di jembatan Kampung Mataram dan Kampung Cilurah parah berlubang, termasuk sekitar Jembatan Caringin Kecamatan Labuan banyak yang hancur. Apalagi yang depan Coconut Island Carita ada lubang besar, itu perbatasan jalan cor dengan aspal, sepertinya dibiarkan saja oleh petugas dari pemerintah terkait,” kata Yayan.

Yayan juga mendorong adanya pengawasan ketat terhadap pihak terkait pemeliharaan jalan nasional di wilayah Pandeglang.

“Untuk itu kami minta kepada Badan Pengawas Keuangan, inspektorat segera audit pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pemeliharaan jalan nasional di Kabupaten Pandeglang, khususnya ruas Tarogong–Labuan–Carita–Pasauran sampai Anyer–Cilegon. Tindak tegas dan evaluasi pelaksanaan lapangannya, jangan asal-asalan. Ini berkaitan dengan nyawa pengguna jalan setiap waktu,” tandasnya.

Warga berharap pemerintah pusat maupun daerah segera melakukan perbaikan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam. Hingga berita ini diturunkan, keluhan warga masih mengalir, sementara pengguna jalan tetap harus ekstra hati-hati melewati jalur yang berlubang dan rusak itu. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama