MenaraToday.Com - Pandeglang :
Dalam dua hari terakhir (26-27 Februari 2029), sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang dilanda angin kencang yang mengakibatkan pohon tumbang, kerusakan rumah warga, serta terganggunya arus lalu lintas di beberapa titik. Wilayah terdampak, antara lain Kecamatan Labuan, Menes, Kaduhejo, Cikedal, dan beberapa kecamatan lainnya. Di Kecamatan Labuan, tepatnya di Desa Rancateurup Kampung Kalumpang dan Kampung Badur, angin kencang menyebabkan pohon tumbang dan rumah rusak. Sementara di Kecamatan Menes dan Cikedal, sejumlah rumah warga tertimpa pohon akibat hujan deras disertai angin kencang.
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, menyampaikan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang telah bergerak cepat melakukan evakuasi sejak semalam hingga hari ini.
“Sehubungan dengan meningkatnya intensitas hujan deras yang disertai angin kencang dalam beberapa hari terakhir, kami mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipasi guna menghindari risiko bencana,” ujar Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani kepada menaratoday.com.
Menurutnya, cuaca ekstrem berpotensi menyebabkan pohon tumbang, banjir dan genangan, longsor di wilayah perbukitan, gelombang tinggi di wilayah pesisir, serta gangguan jaringan listrik.
Bupati juga mengajak masyarakat untuk melakukan langkah pencegahan, di antaranya memangkas dahan dan ranting pohon besar yang berpotensi tumbang, tidak berteduh di bawah pohon saat hujan dan angin kencang, memastikan atap rumah dan benda yang mudah terbang dalam kondisi aman, membersihkan saluran air, serta meningkatkan kewaspadaan di daerah rawan longsor dan bantaran sungai.
"Kepada para Nelayan juga diimbau agar selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca sebelum melaut," ujarnya.
Dewi menambahkan, pihaknya telah menurunkan tim BPBD ke sejumlah titik terdampak untuk melakukan asesmen dan penanganan cepat.
“Tim BPBD langsung bergerak melakukan evakuasi pohon tumbang dan pendataan rumah warga yang terdampak. Prioritas kami adalah membuka akses jalan agar aktivitas masyarakat kembali normal serta memastikan tidak ada korban jiwa,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kejadian darurat kepada aparat desa, kecamatan, atau BPBD agar dapat segera ditangani.
Dewi turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran BPBD atas respons cepat dalam menangani dampak angin kencang, khususnya di Jalan Raya Labuan KM 5 depan SD Sukasari 2 wilayah Kaduhejo.
“Terima kasih Pak Kalak BPBD yang telah mengeksekusi pohon tumbang di Jalan Raya Labuan KM 5 depan SD Sukasari 2 wilayah Kaduhejo. Alhamdulillah, lalu lintas sudah kembali lancar,” tuturnya.
Dewi menegaskan, pemerintah kabupaten Pandeglang bersama unsur lintas sektor dan masyarakat terus memperkuat koordinasi serta semangat gotong royong dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
"Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi BPBD Kabupaten Pandeglang atau aparat setempat," tutupnya (ILA).
