Bayi Yang Lahir Di Mobil Kades, Diberi Nama Bupati Pandeglang

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Malam di Desa Wirasinga, Kecamatan Mekarjaya, Kabupaten Pandeglang, Banten, biasanya berjalan tenang. Jalan desa sunyi, lampu-lampu rumah redup, dan warga telah beristirahat. Namun Senin malam (9/2/2026), ketenangan itu pecah oleh sebuah peristiwa yang viral dan menggetarkan hati banyak orang.

Shafardi Singa Wiharja, Kepala Desa Wirasinga, baru saja menyalakan mesin mobilnya sepulang dari Kantor BUMDes. Perjalanan pulang tinggal beberapa menit lagi, ketika sekelompok warga melambaikan tangan dengan panik di tengah jalan.

“Pak Kades, tolong… ada ibu mau melahirkan!” teriak warga. 

Tanpa ragu, Shafardi membuka pintu mobil. Seorang ibu bernama Yulianti dalam kondisi hamil besar, dengan wajah pucat dan napas tersengal, segera dibantu masuk. Tujuan mereka satu, rumah bidan terdekat. Namun jarak seolah menjadi terlalu jauh malam itu. 

Baru sekitar 500 meter melaju, rintihan sang ibu semakin kuat. Kontraksi datang bertubi-tubi. Waktu tak lagi berpihak. Di dalam mobil sederhana milik sang kades, proses persalinan tak bisa ditunda.

Tak ada ruang bersalin. Tak ada ranjang medis. Hanya kursi mobil, cahaya seadanya, dan kepanikan yang bercampur doa. Di tengah keterbatasan itu, kehidupan justru menemukan jalannya.

“Allahu Akhbar, Allahu Akhbar… geus kaluar?! (sudah keluar?!),” terdengar suara haru dalam sebuah video yang kemudian menyebar luas di media sosial.

Tangis pertama sang bayi perempuan memecah sunyi malam desa. Ketegangan berubah menjadi kelegaan. Air mata haru mengalir, bukan hanya dari sang ibu, tetapi juga dari warga yang menyaksikan langsung mukjizat kecil itu. Ibu dan bayi dinyatakan selamat.

Bagi keluarga, kelahiran itu bukan sekadar datang lebih cepat dari perkiraan. Bagi desa, malam itu menjadi cerita tentang kemanusiaan, keberanian, dan kepedulian tanpa syarat.

Sebagai tanda syukur sekaligus kenangan akan peristiwa yang tak terlupakan, bayi mungil itu diberi nama Dewi. Nama itu diusulkan langsung oleh Kepala Desa, terinspirasi dari sosok pemimpin daerah, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani.

“Semoga kelak ia tumbuh menjadi perempuan kuat, membawa manfaat bagi banyak orang,” ujar salah satu warga dengan senyum penuh harap.

Tak butuh waktu lama, kisah ini pun viral. Beragam komentar membanjiri media sosial.

“Semoga kelak jadi Bupati Pandeglang,” tulis seorang warganet.

“Kenapa nggak pakai nama Pak Kades saja?” canda yang lain. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama