Enam Bulan Tak Dibayar, Kepala Desa Kalang Anyar Buat Surat Pernyataan Terkait Tunggakan Insentif RT/RW

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Kepala Desa Kalang Anyar, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, Ibnu Hajar, akhirnya menerbitkan surat pernyataan resmi terkait tunggakan pembayaran insentif RT dan RW yang belum terealisasi selama enam bulan.

Surat pernyataan tersebut diterbitkan pada 9 Februari 2026 dengan nomor: 012/Ds.2013/II/2026. Dalam dokumen itu, Ibnu Hajar menyatakan kesanggupan dan tanggung jawabnya atas insentif RT dan RW yang belum dibayarkan sejak Juli hingga Desember 2025.

“Dengan ini menyatakan sanggup dan bersedia bertanggung jawab atas insentif RT dan RW yang belum terbayarkan selama 6 bulan dari bulan Juli sampai dengan Desember tahun 2025, dan insentif tersebut saya berjanji akan dibayarkan pada awal bulan Maret tahun 2026,” demikian isi pernyataan dalam surat tersebut.

Surat yang ditandatangani langsung oleh Kepala Desa Kalang Anyar itu juga dibubuhi stempel resmi Pemerintah Desa Kalang Anyar sebagai penguat pernyataan.

Penerbitan surat tersebut disebut sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen pemerintah desa agar pembayaran insentif kepada para pengurus RT dan RW dapat segera direalisasikan sesuai waktu yang dijanjikan.

Kendati demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan lebih lanjut terkait penyebab keterlambatan pembayaran insentif yang berlangsung selama setengah tahun tersebut.

Sekretaris Desa (Sekdes) Kalang Anyar, Medi, membenarkan adanya surat pernyataan tersebut.

“Waalaikumsallam, iya betul,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi. Jumat (20/2/2026).

Medi menjelaskan, terkait jumlah RT RW yang belum mendapatkan insentif operator desa (Opdes) yang lebih mengetahui. 

"Opdes yang tahu," kata Medi.

Belum diketahui apakah keterlambatan ini berkaitan dengan kendala administrasi, pencairan anggaran, atau faktor lainnya. Para pengurus RT dan RW pun masih menunggu realisasi pembayaran sebagaimana yang dijanjikan pada awal Maret 2026.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi operator desa hingga berita ini ditayangkan tidak memberikan penjelasan apapun. Padahal pesan singkat Whatsapp yang terkirim dalam status sudah terbaca. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama