MenaraToday.Com - Pandeglang :
Sebanyak 200 paket takjil dibagikan Lembaga Alfiyah Mubarokah Indonesia (AMI) pada Jumat (20/2/2026), bertempat di sekitar SPBU Kadusuluh, Desa Karyasari, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Banten. Hal ini sebagai bentuk keperdulian kepada sesama yang tengah menjalankan ibadah saum di bulan suci ramadhan 1447 H. Di antara lalu lalang pengendara yang berpacu dengan waktu menuju rumah, sekelompok relawan tampak sibuk membagikan kantong-kantong takjil dengan senyum hangat kepada pengendara roda dua, roda empat, hingga pejalan kaki yang masih berada di perjalanan menjelang azan magrib.
Satu per satu tangan terulur dari balik kaca helm dan jendela mobil. Ucapan terima kasih bersahutan, berpadu dengan semilir angin sore yang membawa aroma khas bulan puasa. Tak sekadar membagikan makanan pembuka, para relawan juga menyelipkan doa dan harapan di setiap paket yang diberikan.
Ketua Program AMI, M. Hilman, mengatakan kegiatan ini bukan hanya tentang berbagi takjil, tetapi juga tentang menghadirkan rasa kebersamaan.
“Kami ingin berbagi kebahagiaan sederhana melalui paket takjil ini. Semoga bisa membantu para musafir atau pekerja yang belum sempat sampai di rumah untuk membatalkan puasa mereka,” ujarnya di sela kegiatan, sembari sesekali menyapa pengendara yang melintas.
Menurutnya, aksi sosial tersebut menjadi agenda rutin AMI setiap Ramadhan. Selain sebagai bentuk kepedulian, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara lembaga dan masyarakat.
Dukungan penuh datang dari Pimpinan Lembaga Alfiyah Mubarokah Indonesia, H. Ade Badri. Ia menegaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya tidak hanya berfokus pada program formal, tetapi juga aktif hadir langsung di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini adalah bentuk nyata kehadiran Lembaga Alfiyah Mubarokah Indonesia di tengah masyarakat. Kami berharap semangat berbagi ini terus tumbuh dan menginspirasi banyak pihak untuk saling membantu, terutama di bulan yang mulia ini,” tuturnya.
Meski antusiasme warga cukup tinggi, kegiatan tetap berlangsung tertib. Para relawan sigap mengatur ritme pembagian agar tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar SPBU Kadusuluh. Senyum dan sapaan ramah menjadi pengganti kemacetan yang mungkin saja terjadi.
Saat azan magrib akhirnya berkumandang, sebagian pengendara langsung membuka paket takjil yang baru saja diterima. Di tepi jalan, di dalam kendaraan, atau di sudut SPBU, momen berbuka itu terasa lebih hangat.
Di tengah hiruk pikuk kehidupan, aksi sederhana ini menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menghadirkan kepedulian. Melalui langkah kecil di sudut Kadusuluh, AMI terus berkomitmen menebar manfaat dan menjaga nyala semangat berbagi bagi sesama. (ILA)
