MenaraToday.Com - Pandeglang :
Lantunan syair religi menggema dari Gedung Kewadanaan Menes, Kamis (5/2/2026). Suasana khidmat bercampur semarak mewarnai pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Seni Qasidah Indonesia Nusantara Jaya (LASQI NJ) Kabupaten Pandeglang periode 2025–2030 yang dirangkai dengan Festival Lomba Qosidah tingkat kabupaten.
Acara ini menjadi momentum penting bagi kebangkitan seni qosidah di Pandeglang. Tak sekadar seremonial pelantikan, festival tersebut menjadi ruang ekspresi, kreativitas, sekaligus syiar Islam yang dikemas dalam balutan seni budaya.
Ketua Umum DPD LASQI NJ Kabupaten Pandeglang, Hj. Eneng Marnawiah, menegaskan bahwa festival ini merupakan wujud komitmen LASQI dalam melestarikan seni budaya Islam serta membuka ruang bagi para pelaku seni qosidah di daerah.
“Festival Lomba Qasidah ini pertama kali dilaksanakan dan menjadi motor penggerak LASQI NJ Kabupaten Pandeglang untuk semakin maju dan berkembang,” ujarnya.
Festival ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh kecamatan di Kabupaten Pandeglang. Setiap penampilan tak hanya menonjolkan kekompakan vokal dan iringan musik, tetapi juga membawa pesan dakwah dan nilai-nilai keislaman yang menyejukkan.
“Melalui syair-syair religius, kami ingin menghadirkan gema syiar menuju Pandeglang Berkah, sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat,” tambah Eneng.
Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi, yang turut hadir memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, festival qosidah bukan sekadar ajang lomba, melainkan juga sarana dakwah, pembinaan generasi muda, dan pelestarian warisan budaya Islam.
“Festival Qosidah ini merupakan warisan sejarah yang tidak bisa dilupakan. Selain sebagai syiar Islam, kegiatan ini juga menjadi wadah pembinaan generasi muda agar mencintai seni budaya bernuansa religius,” kata Iing.
Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus digelar secara berkelanjutan dan melahirkan grup-grup qosidah yang mampu mengharumkan nama Pandeglang di tingkat yang lebih tinggi.
“Mari kita bersama-sama menjaga nilai-nilai keislaman, persatuan, dan kebersamaan melalui kegiatan-kegiatan positif seperti festival qosidah,” pungkasnya.
Dengan semangat baru kepengurusan LASQI NJ periode 2025–2030, Festival Qosidah diharapkan menjadi awal kebangkitan seni religi di Pandeglang menghidupkan kembali tradisi, memperkuat ukhuwah, dan menyemai keberkahan melalui lantunan syair Islami. (ILA)
