MenaraToday.Com - Pandeglang :
Suasana di sekitar RSUD Labuan, Minggu siang (22/2/2026) tampak padat. Deru ambulans yang keluar-masuk rumah sakit bersahutan dengan bunyi klakson kendaraan yang saling berebut ruang. Di kanan-kiri jalan, sepeda motor dan mobil berjejer rapat, sebagian memakan badan jalan. Pejalan kaki pun harus melipir, mencari celah di antara kendaraan yang terparkir.
Kondisi itu dikeluhkan warga yang merasa kawasan tersebut semakin hari kian tak tertata.
Ela (52), salah satu pengguna jalan, menilai situasi di Labuan bukan hanya soal parkir semata, melainkan cerminan penataan kota yang belum maksimal.
“Intinya, semakin ke sini Labuan semakin semrawut apalagi disaat bulan puasa seperti saat ini. Tidak hanya pemerintahannya, masyarakatnya juga. Jalan memang semakin lebar, tapi kendaraan roda empat dan roda dua tidak merasa nyaman, apalagi pejalan kaki. Semua habis dipakai lahan parkir kanan-kiri,” ujarnya.
Menurut Ela, belum terlihat langkah tegas dari pemerintah kabupaten maupun pihak kecamatan untuk menertibkan persoalan tersebut. Ia berharap ada kebijakan jelas terkait penyediaan dan pengelolaan lahan parkir agar kawasan RSUD Labuan tampak lebih tertata dan asri.
Di sisi lain, persoalan yang dirasakan warga tak hanya soal sempitnya akses jalan. Ade (24), seorang pengendara yang kerap melintas, mempertanyakan kejelasan tarif parkir yang diberlakukan.
“Kalau soal tarif itu masuknya ke mana? Resmi atau tidak? Parkirnya di tepi jalan, tidak ada tempat khusus. Itu kan tempat umum. Selain mengganggu pengguna jalan, juga mengganggu pejalan kaki,” katanya.
Keluhan serupa datang dari Cakra (46), keluarga pasien yang sempat merasa dirugikan saat membayar parkir.
“Pernah ngasih Rp10 ribu, tapi tidak dikasih kembalian,” tuturnya.
Bagi keluarga pasien, datang ke rumah sakit seharusnya cukup dihadapkan pada urusan kesehatan dan harapan kesembuhan. Namun di RSUD Labuan, mereka juga harus berhadapan dengan persoalan parkir yang dinilai membingungkan dan kurang tertib.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan, menata ulang sistem parkir di sekitar rumah sakit, menyediakan lahan khusus yang memadai, serta memastikan pengelolaan yang resmi dan transparan. Di tengah aktivitas vital layanan kesehatan, keteraturan ruang publik menjadi kebutuhan mendesak agar Labuan tak hanya berkembang, tetapi juga nyaman dan tertib bagi semua. (ILA)
