MenaraToday.Com - Pandeglang :
Seorang pedagang takjil diduga menjadi korban penipuan dengan modus meminjam uang, pada Rabu (25/2/3026) sore.
Peristiwa tersebut terjadi di sebuah ruko di kawasan Palurahan, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang, Banten, tepat di seberang SDN 01 Palurahan, tempat korban berjualan dan sempat viral di media sosial.
Dalam menjalankan aksinya, pelaku diduga mengajak serta dua orang anaknya yang berusia remaja dan balita, dengan mengendarai sepeda motor Mio berstiker biru dan Nopol A 4482 LK.
Berdasarkan keterangan korban, Zahra, dua perempuan datang bersama anak-anak dan memesan dua jus alpukat, satu es buah, serta sepuluh buras.
"Seperti pembeli biasa saja, tidak ada yang mencurigakan di awal. Saat pesanan sedang dibuat, salah satu perempuan terlihat melakukan panggilan telepon dan mengatakan akan membeli jus di tempat lain di depan SD Palurahan. Tapi saya gak dengar adanya respons dari lawan bicaranya di telepon tersebut," kata Zahra.
Tak lama berselang, lanjut Zahra, salah satu perempuan meminjam uang sebesar Rp. 50 ribu dengan alasan hendak membeli ayam dan mengaku uangnya masih berada di ATM.
"Saya dengar dia ngomong, tapi tidak ada suara orang di seberangnya. Di situ sebenarnya aneh, entah kenapa tetap saya kasih. Mungkin karena lihat bawa anak-anak juga," ujarnya .
Setelah menerima uang, sambungnya, kedua perempuan tersebut pergi bersama anak-anak yang sebelumnya dibawa. Korban sempat mengira anak-anak itu akan ditinggal sementara sebagai jaminan. Namun setelah ditunggu cukup lama, keduanya tidak kembali ke lokasi.
“Saya kira anaknya disuruh tunggu di sini, ternyata dibawa semua. Di situ saya mulai curiga,” katanya.
Merasa dirugikan, korban kemudian membagikan kronologi kejadian melalui media sosial sebagai peringatan kepada pedagang lain agar lebih waspada terhadap modus serupa.
“Bukan soal nominalnya saja, tapi ini pelajaran buat saya dan pedagang lain supaya lebih hati-hati. Jangan gampang percaya,” tuturnya. (ILA)
