Panen Raya 753 Hektare Padi Organik, Banten Tancap Gas Menuju Lumbung Pangan Nasional

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Mentari pagi menyinari hamparan sawah hijau di Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten. Di lahan seluas 753 hektare itu, derap langkah para petani menyatu dengan gemericik air sawah dan denting mesin panen. Hari itu bukan sekadar panen biasa, melainkan panen raya padi organik PS-08 yang digelar Yayasan Bela Bhakti Negara, sebuah peristiwa yang menyimpan harapan besar bagi ketahanan pangan nasional.

Di balik bulir-bulir padi yang menguning, tersimpan kerja keras dan ketekunan Kelompok Tani (Poktan) Desa Sukarame. Mereka membuktikan bahwa pertanian modern, berbasis organik dan didukung pendampingan berkelanjutan, mampu menghasilkan panen yang melimpah bahkan di wilayah pesisir seperti Pantai Carita.

Panen raya ini terasa istimewa. Sejumlah pejabat pusat dan daerah hadir, mulai dari Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Sosial Mayjen TNI Rionardo, Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Prof. Dr. Anny Mulyani, hingga Bupati Pandeglang Hj. Raden Dewi Setiani. Kehadiran mereka menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara petani, pemerintah, dan lembaga swasta dalam membangun kemandirian pangan.

Bagi Ketua Umum Yayasan Bela Negara, Seno Aji, panen kali ini bukan hanya tentang hasil, tetapi tentang proses. 

“Ini panen ketiga. Sebelumnya kami terus evaluasi dan perbaikan. Hari ini perhatian pemerintah pusat luar biasa, bahkan utusan dari Menko Pangan, Menteri Pertanian, sampai Menteri Pertahanan hadir,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).

“Empat bulan lagi akan ada panen PS-08 kembali. Dengan tanah yang subur, saya yakin Banten bisa menjadi lumbung pangan nasional,” sambungnya. 

Namun, di balik optimisme itu, ada pesan penting, petani harus sejahtera. Menurut Seno, keberhasilan ketahanan pangan tidak akan berarti jika petani masih terjebak tengkulak dan keterbatasan sarana produksi. 

“Kita rangkul semua petani. Kita harus menyejahterakan mereka. Jangan sampai petani dijerat tengkulak dengan bibit seadanya,” tegasnya.

Ketua DPW Yayasan Bela Negara Provinsi Banten, Sahruji, melihat panen ini sebagai momentum strategis, terutama karena pengembangan padi dilakukan di wilayah pesisir yang selama ini dianggap kurang ideal untuk pertanian padi.

“Bela negara itu bukan hanya angkat senjata. Bagaimana memperkuat ketahanan pangan juga bagian dari perjuangan untuk bangsa dan negara,” katanya.

Dari sisi angka, hasil panen kali ini mencapai rata-rata 8,3 ton per hektare. Meski sedikit menurun dibanding panen sebelumnya yang mencapai 9 ton akibat cuaca ekstrem, hasil ini tetap dianggap luar biasa.

“Musim hujan, banjir, dan badai memengaruhi hasil. Tapi karena kita menggunakan pupuk organik, tanaman lebih tahan air dan batangnya tidak mudah roboh,” ujar Sahruji.

Di sudut sawah, para petani tampak tersenyum puas melihat hasil kerja mereka. Bagi mereka, setiap bulir padi bukan hanya hasil panen, tetapi juga simbol harapan, harapan akan pendapatan yang lebih baik, pendidikan anak yang lebih layak, dan kehidupan desa yang semakin sejahtera.

Bupati Pandeglang Hj. Raden Dewi Setiani menyebut panen raya ini sebagai bukti nyata kemajuan sektor pertanian daerahnya. 

“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan panen raya padi organik varietas PS-08 dengan luasan 753 hektare. Ini menunjukkan bahwa pertanian Pandeglang bergerak maju, tidak hanya dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas,” ujarnya.

Menurut Dewi, panen raya ini memiliki makna strategis bagi Pandeglang. 

“Pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat kami. Keberhasilan ini berdampak langsung pada kesejahteraan petani dan penguatan ketahanan pangan daerah maupun nasional," ucapnya.

Ia memastikan pemerintah daerah akan terus hadir melalui pendampingan teknis, penguatan kelompok tani, dan penyediaan sarana produksi. Lebih dari itu, ia berharap panen raya ini menjadi titik balik bagi pertanian yang lebih ramah lingkungan.

“Kami ingin luasan pertanian padi organik di Pandeglang terus bertambah. Ini momentum mengajak petani lain beralih ke pertanian yang berdaya saing dan berkelanjutan,” tutupnya. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama