MenaraToday.Com - Serang :
Di era arus informasi yang begitu cepat, sekolah tak lagi bisa berdiam diri atau menutup pintu saat wartawan datang.
Nizwar, Wakil Direktur SJI, menjadi salah satu narasumber utama dalam forum tersebut. Dengan gaya lugas, ia mengajak para kepala sekolah untuk mengubah sudut pandang terhadap media.
“Jangan hindari wartawan, terima wartawan, ketika meminta informasi terkait pemerintahan, silakan layani dengan baik.” ujarnya
Menurut Nizwar, wartawan bukan ancaman, melainkan mitra strategis. Melalui media, berbagai program positif sekolah, mulai dari prestasi siswa hingga inovasi pembelajaran dapat dikenal luas oleh masyarakat. Tanpa komunikasi yang baik, semua kerja keras itu berpotensi tak pernah sampai ke publik.
“Dengan komunikasi yang baik, sekolah bisa menyampaikan program-program positif. Kalau menjauh dari wartawan, informasi itu tidak akan tersampaikan,” tambahnya.
Namun, komunikasi yang terbuka bukan berarti tanpa batas. Nizwar juga mengingatkan pentingnya etika dan kehati-hatian dalam menyampaikan informasi, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
"Sarasehan ini menjadi ruang refleksi bagi para kepala sekolah, bahwa di balik ruang kelas dan rapor siswa, ada tanggung jawab besar untuk membangun kepercayaan publik. Kepercayaan itu tumbuh bukan dari sikap tertutup, melainkan dari keterbukaan dan komunikasi yang sehat," ujarnya.
Dari Pendopo Gubernur Banten hari itu, pesan penting mengemuka, sekolah tidak hanya mendidik di dalam pagar, tetapi juga berbicara kepada masyarakat luas melalui media, tentang apa yang telah, sedang, dan akan mereka lakukan untuk masa depan generasi muda. (ILA)
