Puluhan Rumah Warga Desa Rancatereup Rusak Dihantam Angin Puting Beliung

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Sebanyak 30 rumah milik warga Desa Rancatereup, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, rusak akibat dihantam angin puting beliung yang terjadi pada Kamis malam (26/2/2026) sekitar pukul 20.40 WIB. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materiil yang dialami warga ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, angin kencang datang secara tiba-tiba disertai hujan deras. Dalam hitungan menit, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari atap beterbangan hingga bangunan yang mengalami kerusakan cukup parah.

Kasi Kesejahteraan Desa Rancatereup, Encep Saruri, mengatakan bahwa jumlah rumah terdampak bertambah setelah dilakukan pendataan ulang oleh aparat desa.

“Total ada 30 rumah yang terdampak angin puting beliung semalam,” ujar Encep, Jumat (27/2/2026).

Ia menjelaskan, sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap rumah warga. Beberapa rumah bahkan mengalami kerusakan berat sehingga tidak bisa ditempati untuk sementara waktu.

Saat ini, pemerintah desa bersama warga setempat bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan yang berserakan. Pihak desa juga telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut serta bantuan bagi warga terdampak.

Salah seorang warga mengaku kaget saat angin kencang tiba-tiba berhembus dan menyebabkan sejumlah kerusakan di sekitar rumahnya.

“Saya kaget sekali, jemuran sampai jatuh, padahal baru selesai mencuci. Asbes di tempat ikan juga terbang satu lembar, sampai pohon durian di belakang rumah orang tua saya roboh. Tapi alhamdulillah semua orang dalam keadaan selamat,” ujarnya.

Warga berharap adanya bantuan secepatnya untuk memperbaiki rumah mereka agar dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

Sebelumnya, data sementara mencatat sekitar enam rumah terdampak di dua lokasi berbeda, yakni Kampung Badur RT/RW 004/001 dan Kampung Kalumpang RT/RW 001/002. Namun setelah dilakukan pendataan lanjutan, jumlahnya terus bertambah.

Hingga saat ini, warga bersama aparat desa masih melakukan pembersihan material bangunan yang rusak sambil menunggu bantuan lebih lanjut dari pemerintah daerah. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama