Truk Tronton Terperosok di Menes, Polisi Arahkan Pengendara Lewat Jalur Alternatif

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Suasana pagi di Kampung Lewi Liang, Desa Kananga, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu (4/2/2026), mendadak berubah mencekam. Sebuah truk tronton bermuatan berat terperosok dan amblas tepat di jalur proyek perbaikan gorong-gorong Jalan Raya Nasional Labuan–Pandeglang, membuat arus lalu lintas dari dua arah terhenti total. Menyikapi hal ini, Polsek Menes arahkan pengendara lewat jalur alternatif. 

Kendaraan besar itu nekat melintas di jalur satu arah yang sedang diberlakukan sistem buka-tutup. Namun, tanah di area proyek tak mampu menahan beban berat truk. Dalam hitungan detik, roda-roda kendaraan terperosok, badan truk miring, dan jalur utama pun tertutup sepenuhnya. 

Kemacetan pun mengular. Pengendara roda dua, mobil pribadi, hingga angkutan umum terpaksa berhenti berjam-jam di bawah terik matahari. Beberapa warga sekitar terlihat membantu mengatur arus lalu lintas sambil menunggu petugas datang ke lokasi.

Kanit Reskrim Polsek Menes, Ipda Ade Kuswanto, yang turun langsung ke lapangan, memastikan bahwa proses evakuasi berjalan aman meski memakan waktu.

“Truk tronton yang sejak pagi tadi terperosok di jalur buka-tutup proyek perbaikan gorong-gorong Jalan Nasional Labuan–Pandeglang sudah berhasil dipindahkan. Saat ini arus lalu lintas sudah mulai bisa dilintasi kembali,” ungkapnya.

Meski jalan kembali dibuka, pihak kepolisian tak ingin kejadian serupa terulang. Pembatasan kendaraan pun diberlakukan dengan ketat.

“Untuk sementara, kendaraan dengan muatan di atas 5 ton dilarang melintas. Hanya kendaraan roda dua dan kendaraan kecil dengan tonase di bawah 5 ton yang diperbolehkan melintas,” jelas IPDA Ade.

Ia juga mengimbau para sopir kendaraan berat untuk tidak memaksakan diri melintasi jalur tersebut.

“Kami minta pengemudi yang membawa muatan lebih dari 5 ton agar memutar balik dan mencari rute alternatif, sambil menunggu kesiapan dari pelaksana konstruksi perbaikan Jalan Nasional,” tegasnya.

Ade menyampaikan, kepada para pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua dan roda empat yang akan melintas dari Labuan menuju Pandeglang maupun sebaliknya, saat ini Jalan Raya Labuan–Pandeglang sudah dapat dilalui melalui ruas Jalan Lewiliang–Menes.

"Namun demikian, untuk kendaraan mobil sumbu tiga atau truk dengan muatan berat, belum diperkenankan melintasi jalur tersebut. Hal ini dikarenakan kondisi dan struktur jembatan yang belum memungkinkan untuk menahan beban berat. Sebagai alternatif, kendaraan bermuatan berat diimbau untuk menggunakan jalur alternatif lain demi keselamatan bersama dan kelancaran arus lalu lintas," tegasnya. 

Warga dan pengguna jalan pun berharap proses perbaikan segera rampung, agar jalur vital penghubung Labuan–Pandeglang itu kembali normal tanpa hambatan. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama