16 Tahun FBn, Ekbispar Award Nobatkan Lulu Jamaludin sebagai Jurnalis Peduli Sosial

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Perjalanan Fesbuk Banten News (FBn) selama 16 tahun bukan sekadar kisah tentang media yang bertahan di tengah derasnya arus informasi digital. Di balik layar gawai dan linimasa media sosial, tumbuh sebuah gerakan kemanusiaan yang perlahan meluas dan menyentuh banyak kehidupan.

Perjalanan itu mendapat pengakuan dalam ajang Ekbispar Award 2026, ketika Direktur Fesbuk Banten News, Lulu Jamaludin, dinobatkan sebagai Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan. Penghargaan tersebut diberikan oleh Kelompok Kerja Wartawan Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata (Pokja Ekbispar) dalam acara yang digelar di Aston Serang. Jumat (6/3/2026).

Penghargaan ini terasa semakin bermakna karena hadir bertepatan dengan usia FBn yang genap 16 tahun pada 4 Maret 2026.

“Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi, tetapi untuk seluruh relawan FBn yang selama ini bekerja tanpa pamrih membantu masyarakat. Mereka bergerak dengan hati, tanpa gaji, tanpa kepentingan apa pun selain kemanusiaan,” ujar Lulu Jamaludin.

Menurutnya, sejak awal FBn memang tidak hanya ingin menjadi media yang menyampaikan informasi, tetapi juga berupaya menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kami percaya bahwa jurnalisme tidak cukup hanya melaporkan peristiwa. Media juga bisa menjadi jembatan kepedulian, menghubungkan orang-orang baik untuk bersama-sama membantu sesama,” katanya.

Lulu juga menegaskan bahwa selama 16 tahun perjalanan FBn, seluruh kegiatan sosial yang dilakukan relawan berjalan berkat dukungan masyarakat.

“Relawan FBn bergerak secara mandiri, tanpa bantuan tetap dari pemerintah, partai politik, ataupun lembaga besar. Semua berjalan karena gotong royong dan kepercayaan publik,” ujarnya.

Ia berharap gerakan sosial yang lahir dari FBn dapat terus berkembang dan menginspirasi generasi muda untuk peduli terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.

“Semoga semangat relawan ini terus tumbuh. Karena pada akhirnya, yang membuat gerakan ini tetap hidup adalah kepedulian dan solidaritas masyarakat,” kata Lulu. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama