Ciptakan Kenyamanan Penziarah, Pemprov Banten Revitalisasi Situs Syekh Asnawi Caringin

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Langit sore di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, tampak teduh saat Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, melangkah memasuki halaman Masjid Agung As-Salafie, pada Senin (2/3/2026). Safari Ramadan kali ini bukan sekadar agenda seremonial. Ada pesan penting yang dibawa, yakni menata ulang Situs Syekh Asnawi Caringin agar lebih nyaman bagi para peziarah.

Situs Syekh Asnawi telah lama menjadi magnet spiritual. Dari berbagai daerah, peziarah datang untuk berdoa dan menapaktilasi jejak ulama kharismatik tersebut. Pada bulan Ramadan dan hari-hari besar Islam, jumlah pengunjung meningkat tajam. Namun, di balik antusiasme itu, persoalan akses, fasilitas, dan penataan kawasan masih menjadi pekerjaan rumah.

Di hadapan jamaah, Dimyati menyampaikan rencana revitalisasi kawasan tersebut. Ia menegaskan, penataan bukan untuk mengubah nilai sejarah yang ada, melainkan memperkuatnya dengan dukungan infrastruktur yang lebih baik.

“Situs ini memiliki nilai sejarah dan spiritual yang sangat kuat bagi masyarakat Banten. Karena itu, kita ingin menatanya agar aksesnya lebih baik, lingkungannya bersih, dan fasilitasnya memadai sehingga peziarah merasa nyaman,” ujarnya.

Revitalisasi yang direncanakan meliputi perbaikan akses jalan, penataan area parkir, serta fasilitas pendukung lainnya. Pemerintah Provinsi Banten, kata Dimyati, ingin memastikan kawasan religi tersebut tetap terjaga kekhusyukannya sekaligus lebih representatif.

“Kita tidak menghilangkan nilai aslinya. Justru kita jaga dan perbaiki supaya lebih tertib, indah, dan nyaman bagi siapa pun yang datang berziarah,” katanya.

Safari Ramadan sore itu juga menjadi ruang silaturahmi yang hangat. Warga berkumpul, bersalaman, dan mendengarkan arah kebijakan pemerintah yang sedang dan akan dijalankan. Dimyati mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat kebersamaan.

“Ramadan adalah waktu yang tepat untuk mempererat ukhuwah dan meningkatkan kepedulian sosial. Mari kita isi dengan kegiatan yang membawa manfaat bagi sesama,” tuturnya.

Sebagai wujud kepedulian, pada kesempatan tersebut disalurkan 100 paket sembako, kursi roda, serta tongkat bantu jalan bagi penyandang disabilitas. Bantuan itu menjadi simbol kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, sekaligus pengingat bahwa pembangunan bukan hanya soal fisik, tetapi juga tentang empati.

Di Caringin, sore itu, rencana revitalisasi bukan sekadar proyek penataan kawasan. Ia menjadi bagian dari ikhtiar merawat warisan spiritual, agar jejak sejarah tetap hidup dan para peziarah dapat menapakinya dengan lebih nyaman. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama