MenaraToday.Com - Pandeglang :
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang sejak Sabtu dini hari (06/03/2026) membawa kekhawatiran bagi sebagian warga. Intensitas hujan yang tinggi membuat tanah di sekitar permukiman menjadi lembek, sementara bangunan-bangunan tua harus menahan beban cuaca yang kian ekstrem.
Di Kampung Kadukored RT 01/RW 01, Desa Karyawangi, seorang janda bernama Yeni hanya bisa pasrah ketika bagian pondasi rumahnya akhirnya tidak lagi mampu bertahan. Pondasi rumah yang sudah rapuh karena dimakan usia itu ambruk setelah hujan deras terus mengguyur wilayah tersebut.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun bagian tengah dinding rumah mengalami kerusakan cukup serius sehingga membutuhkan penanganan segera agar tidak membahayakan penghuninya.
Kabar musibah itu pun sampai ke Pemerintah Kabupaten Pandeglang. Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang tertimpa bencana, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani melalui Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pandeglang menyalurkan bantuan logistik kepada korban, pada Selasa (10/03/2026).
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Camat Pulosari Gimas Rahadyan didampingi Kepala Desa Karyawangi Ade Jumaedi bersama relawan Kampung Siaga Bencana (KSB).
Paket bantuan yang disalurkan berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, mi instan, lauk pauk, dan biskuit. Selain itu, bantuan juga mencakup perlengkapan keluarga berupa selimut serta paket family kids untuk membantu kebutuhan sehari-hari korban.
Camat Pulosari, Gimas Rahadyan, mengatakan pemerintah daerah bergerak cepat untuk memastikan warga yang terdampak mendapatkan bantuan. Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu memperbaiki bagian rumah yang rusak agar tidak membahayakan penghuni.
“Kami merasa prihatin atas musibah yang menimpa Ibu Yeni. Bantuan ini diharapkan dapat membantu mempercepat perbaikan dinding rumah yang rusak agar tidak membahayakan penghuninya. Jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan dinding bangunan bisa kembali ambruk mengingat kondisi pondasi yang sudah cukup tua karena usia,” ujar Gimas saat meninjau lokasi.
Selain bantuan dari pemerintah daerah, Gimas juga memberikan santunan pribadi sebesar Rp. 500.000 untuk membantu biaya perbaikan rumah korban.
Sementara itu, Kepala Desa Karyawangi Ade Jumaedi menuturkan bahwa kejadian tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap dampak cuaca ekstrem, terutama pada rumah-rumah yang sudah berusia tua.
“Kami mengimbau warga untuk lebih memperhatikan kondisi rumah, terutama bagian pondasi dan dinding. Jika ada kerusakan sebaiknya segera diperbaiki agar tidak membahayakan ketika terjadi hujan deras atau cuaca ekstrem,” kata Ade.
Di sisi lain, Yeni sebagai pemilik rumah mengaku terharu atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah daerah dan masyarakat sekitar. Baginya, bantuan tersebut sangat berarti untuk meringankan beban yang sedang dihadapinya.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Ibu Bupati Pandeglang, Bapak Camat, serta tim yang sudah datang membantu. Bantuan ini sangat berarti bagi kami untuk memperbaiki rumah agar bisa kembali ditempati dengan aman,” ungkapnya.
Kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp1,5 juta. Meski nilainya tidak terlalu besar, bagi Yeni yang harus berjuang sendiri, kerusakan rumah tentu menjadi beban yang tidak ringan. (ILA)
