MenaraToday.Com - Pandeglang :
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, tarif bus angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) di wilayah Pandeglang mengalami kenaikan sekitar 20 persen. Kenaikan tarif tersebut berlaku untuk sejumlah rute keberangkatan dari Labuan menuju beberapa kota tujuan.
Untuk rute Labuan–Kalideres, misalnya, tarif yang sebelumnya Rp. 45 ribu pada hari biasa kini naik menjadi Rp. 60 ribu. Sementara rute Labuan–Bandung yang sebelumnya Rp. 125 ribu kini menjadi Rp. 150 ribu per penumpang.
Salah satu perusahaan otobus yang menerapkan penyesuaian tarif tersebut adalah PT Arimbi Jaya Agung. Perusahaan ini menetapkan tarif khusus selama arus mudik Lebaran untuk sejumlah rute dari wilayah Labuan, Banten. Kebijakan tarif tersebut berlaku mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026.
Berdasarkan pengumuman resmi yang dipasang di armada bus, tarif perjalanan Labuan–Tanjung Priok ditetapkan sebesar Rp. 65 ribu per penumpang. Sementara untuk rute Labuan–Serang dikenakan tarif Rp. 35 ribu, dan rute Tambak/Pipitan sebesar Rp. 30 ribu.
Penyesuaian tarif ini dilakukan sebagai bagian dari kebijakan layanan transportasi selama periode Lebaran yang biasanya diiringi peningkatan jumlah penumpang.
Selain itu, perusahaan otobus Bus Asli juga menetapkan tarif Rp. 60 ribu untuk rute Labuan–Kalideres selama periode mudik.
Meski demikian, kenaikan tarif bus AKAP ini menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Sejumlah warga menyoroti perbedaan harga yang kerap diminta oleh oknum kernet kepada penumpang saat perjalanan.
Salah seorang penumpang, Dewi, warga Labuan, mengaku sempat diminta membayar tarif lebih tinggi setelah berada di dalam kendaraan. Ia menyebut tarif yang diminta mencapai Rp. 80 ribu untuk rute Labuan–Kalideres.
“Saat sudah di dalam mobil, kami langsung diminta bayar Rp. 80 ribu. Padahal setahu saya tarifnya Rp. 60 ribu,” ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan Hari, warga Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang. Ia menyoroti adanya oknum kernet yang menaikkan harga secara sepihak kepada penumpang.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat mulai beralih menggunakan jasa travel karena dinilai memiliki tarif yang lebih jelas serta layanan yang lebih pasti.
“Makanya tidak heran kalau sejak beberapa tahun terakhir banyak pemudik yang memilih menggunakan kendaraan travel, karena tarifnya jelas dan dijamin sampai depan rumah,” katanya.
Warga berharap pihak terkait dapat melakukan pengawasan lebih ketat agar tarif angkutan lebih transparan serta pelayanan kepada penumpang dapat ditingkatkan selama periode mudik Lebaran (ILA).
