Libur Lebaran Sepi, Pengelola Wisata di Carita Kritik Pemda Kurang Inovasi


MenaraToday.Com - Pandeglang :

Deru ombak di pesisir Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, masih terdengar seperti biasa. Angin laut tetap berembus lembut, dan hamparan pasir putih tak kehilangan pesonanya. Namun, ada yang berbeda pada libur Lebaran tahun ini keramaian yang dulu menjadi ciri khas, kini terasa berkurang.

Di sejumlah titik pantai di kawasan ini, suasana tampak lengang. Tidak ada antrean panjang kendaraan, tidak pula riuh tawa wisatawan yang biasanya memadati bibir pantai. Bagi para pengelola wisata, kondisi ini menghadirkan kegelisahan yang tak bisa disembunyikan.

Tb Tengku Abdurahman, pengelola Pantai Pasir Putih Karisma Duo, memandang laut dengan raut wajah penuh harap. Baginya, Lebaran seharusnya menjadi momentum kebangkitan, bukan justru penurunan.

“Biasanya ini ramai sekali. Tapi sekarang terasa sepi. Carita ini seperti jalan di tempat,” ujarnya pelan.

Ia menilai, pesona alam saja tak lagi cukup. Menurutnya, kawasan wisata di Pandeglang itu membutuhkan sentuhan baru, ide, inovasi, dan dukungan nyata dari pemerintah daerah.

“Kurang gebrakan. Pemda seperti hanya menonton. Padahal kalau ada inovasi, wisatawan pasti tertarik datang,” katanya.

Di tengah kondisi tersebut, para pengelola mencoba bertahan dengan cara mereka sendiri. Tarif masuk yang ditetapkan pun tidak lagi kaku. Tengku mengaku sering menerima pengunjung dengan kemampuan bayar seadanya.

“Yang penting ada pemasukan. Kadang mobil cuma bayar Rp100 ribu, motor Rp10 ribu juga kami terima,” ucapnya.

Selain faktor akses, Sidik juga menyoroti ketatnya persaingan destinasi wisata di wilayah sekitar. Ia menyebut Kabupaten Serang memiliki lebih banyak titik wisata dibanding Pandeglang. Ditambah lagi kondisi ekonomi global yang dinilai turut memengaruhi daya beli masyarakat.

“Di Serang ada sekitar 20 sampai 22 lokasi wisata, sementara di Pandeglang sekitar 8 sampai 12. Ditambah kondisi ekonomi yang sulit, harga-harga naik,” ujarnya.

Tengku berharap pemerintah daerah tidak hanya fokus pada penarikan pajak, tetapi juga aktif melakukan pembinaan dan kolaborasi dengan pelaku usaha wisata.

“Harus duduk bersama, dikumpulkan semua pelaku wisata untuk mencari solusi agar kunjungan meningkat. Jangan hanya menarik pajak saja,” tegas Tengku.

Tak jauh dari sana, Sidik, pengelola Pantai Matahari Carita, merasakan hal serupa. Ia mengingat betul bagaimana padatnya kunjungan pada Lebaran tahun lalu, kontras dengan situasi sekarang.

“Tahun lalu sampai penuh. Sekarang lebih banyak kosongnya,” tuturnya.

Menurutnya, ada banyak faktor yang memengaruhi. Selain sistem buka-tutup jalan, wisatawan juga cenderung memilih destinasi lain seperti Anyer yang lebih dulu penuh dan populer.

Persaingan antar destinasi pun semakin terasa. Wilayah Serang disebut memiliki lebih banyak pilihan wisata, membuat Carita harus bekerja lebih keras untuk menarik perhatian.

Di sisi lain, kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih ikut membayangi. Harga kebutuhan yang meningkat membuat masyarakat berpikir ulang untuk berlibur jauh.

Meski demikian, harapan belum sepenuhnya padam. Para pengelola masih menunggu akhir pekan, berharap gelombang wisatawan datang menyusul, mengisi kekosongan yang terasa sejak awal libur.

“Semoga di week end nanti ramai. Kami tetap berharap,” tandasnya. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama