Pengguna Jalan Di Kelurahan Teritih Keluhkan Jalan Yang Rusak

MenaraToday.Com - Serang :

Para pengguna jalan di Kelurahan Teritih, Kecamatan Walantaka, Kota Serang baik itu warga Kelurahan Teritih maupun warga dari Kabupaten Serang yang melintasi sepanjang jalan di Teritih keluhkan kondis jalan yang telah rusak seperti kubangan kerbau dan juga bergelombang.

Akhmad warga Kampung Teritih saat berbincang-bincang dengan wartawan, Selasa (3/3/2026) menjelaskan bahwa jalan tersebut baru sekitar satu tahun di perbaiki  namun saat ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan.

"Jalan ini baru sekitar satu tahun yang lalu diperbaiki, namun diduga kerjaannya tidak profesional dan memperkaya pihak rekanan makanya saat ini jalannya susah rusak seperti ini" ujar Akhmad.

Hal yang sama diungkapkan salah seorang warga Pamong Kecamatan Ciruas Kabupaten Serang yang enggan namanya di Publikasikan menyebutkan dirinya setiap hari melintasi jalan tersebut

"Saya setiap hari melintasi jalan ini Kang, karena ini akses saru satu nya buat saya pergi dan pulang kerja, yang lebih seram jika malam hari Kang, sebab sudah lah jalan rusak ditambah penerangan jalan banyak yang padam. Sehingga kita harus ekstra hati-hati saat melintasi jalan ini" ujarnya.

Menyikapi hal tersebut, awak media pun langsung mengkonfirmasi Kepala Dinas PU Kota Serang, Iwan Sunardi melalui pesan WhatsApp menjawab pihaknya akan segera memperbaiki jalan tersebut.

"Akan di Perbaiki" jawabnya singkat melalui pesan WhatsApp.

Sementara itu Kepala Bidang Bina Marga, Dadan saat di konfirmasi kapan jalan tersebut akan diperbaiki karena di sudah terlihat akat berat di lokasi, Kabid Bina Marga hanya membalas pesan WhatsApp wartawan dengan menyebutkan dirinya sedang sibuk 

Lain halnya dengan Kadis Perhubungan Kota Serang Iqbal, tidak berhasil ditemui  penjaga keamanan  selalu bertanya *sudah ada janji apa belum" jika di jawab belum, maka penjaga keamanan selalu menjawab bahwa "Pak Kadis Tidak Berada Di Tempat".

Sungguh satu anekdot pejabat publik pelayan masyarakat diduga tak mau di temui wartawan. Apalagi jika warga yang datang sekedar menanyakan mengapa kenapa dan bagaimana solusinya tak bisa di bayangkan. (Agus)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama