MenaraToday.Com - Pandeglang :
Dalam rangka membentuk karakter religius di kalangan pelajar, SMAN 3 Pandeglang kembali menggelar kegiatan Bengkel Akhlak yang menjadi salah satu program unggulan sekolah selama bulan suci Ramadan. Kegiatan ini diikuti oleh para siswa sebagai sarana pembinaan akhlak serta peningkatan pemahaman dan praktik ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
Pembina Rohis SMAN 3 Pandeglang, Ahmad Rifai, S.Pd.I mengatakan, kegiatan Bengkel Akhlak merupakan agenda rutin tahunan yang selalu diselenggarakan setiap Ramadan. Program tersebut bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan sekaligus membiasakan siswa menjalankan berbagai ibadah secara benar dan konsisten.
“Bengkel akhlak ini masuk dalam salah satu kegiatan unggulan di sekolah kami, di mana para pesertanya merupakan siswa-siswi di sini mulai dari kelas 9 hingga kelas 12,” kata Rifai kepada menaratoday.com, Kamis (5/3/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan Bengkel Akhlak dilaksanakan mulai pukul 16.00 WIB hingga 06.00 WIB keesokan harinya. Selama rentang waktu tersebut, para peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang dirancang untuk memperkuat pemahaman agama sekaligus membentuk kebiasaan ibadah yang baik.
Adapun kegiatan yang diikuti para siswa di antaranya pembelajaran tata cara shalat yang benar, membaca Al-Qur’an, kajian keislaman, hingga pembiasaan aktivitas sehari-hari yang sesuai dengan ajaran Islam.
“Ada banyak kegiatan yang diberikan kepada para siswa, seperti tata cara shalat, mengaji, tata cara tidur, berbuka bersama, shalat tahajud, sahur hingga shalat dhuha,” ujarnya.
Menurut Rifai, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyampaian materi keagamaan, tetapi juga praktik langsung yang dilakukan oleh para peserta. Dengan demikian, siswa tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga terbiasa melaksanakan ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
Meski demikian, dalam pelaksanaannya pihak sekolah masih menghadapi beberapa kendala, terutama terkait kedisiplinan siswa dalam mengikuti kegiatan.
“Anak-anak ini disiplinnya masih kurang. Dari satu tingkatan saja paling yang hadir sekitar 40 sampe 50 orang, sisanya entah ke mana. Ini tentu menjadi tantangan bagi kami untuk terus memberikan pemahaman dan motivasi kepada mereka,” ungkapnya.
Ia berharap melalui kegiatan Bengkel Akhlak ini para siswa dapat meningkatkan kesadaran beribadah serta membentuk karakter yang lebih baik.
“Ya, semoga dengan adanya bengkel akhlak ini para siswa menjadi lebih paham dan terbiasa melakukan ibadah-ibadah yang selama ini mungkin tidak pernah mereka lakukan, sehingga terbentuk siswa yang berkarakter religius,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu peserta Bengkel Akhlak, Nurbi, mengaku senang dapat kembali mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengatakan, kegiatan ini memberikan banyak pengalaman baru sekaligus mempererat kebersamaan antar teman.
“Ini tahun kedua saya ikut bengkel akhlak. Alhamdulillah cukup menyenangkan dan seru, karena di bengkel akhlak ini saya dapat pengalaman juga wawasan terkait agama, mengaji, sahur bersama kawan-kawan, shalat tahajud dan shalat dhuha bersama,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun karena dinilai memberikan manfaat yang besar bagi para siswa, khususnya dalam meningkatkan pemahaman agama dan membangun kebiasaan ibadah sejak dini.
"Paling masukannya soal makanan aja, karena kadang kayak kurang mateng gitu. Semoga setiap tahun bengkel akhlak ini terus diadakan," ucapnya. (ILA)
