MenaraToday.Com - Pandeglang :
Pagi itu, suasana di SDN Labuan 3 tampak sedikit berbeda. Seperti biasa, ratusan siswa datang dengan seragam rapi dan wajah penuh semangat. Namun, ada satu hal yang mereka tunggu-tunggu tak kunjung hadir: paket Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sejak Senin, 27 April 2026, sebanyak 644 siswa di sekolah tersebut harus menelan kekecewaan. Program yang biasanya hadir dan menjadi bagian penting dari rutinitas mereka, tiba-tiba terhenti tanpa kabar yang jelas di awal.
Beberapa siswa tampak masih berharap. Mereka sesekali melirik ke arah gerbang sekolah, menanti kendaraan pengantar makanan yang biasanya datang. Namun hingga jam belajar berlangsung, yang ditunggu tak kunjung tiba.
Kepala SDN Labuan 3, Aat Supriatna, S.Pd., mengaku situasi ini sempat membuat pihak sekolah kebingungan. Ia tak menyangka distribusi MBG bisa terhenti secara mendadak.
“Iya betul, kami juga sempat bingung. Anak-anak sudah menunggu, tapi makanan tidak datang. Ternyata mungkin ada miskomunikasi,” ujarnya. Selasa (28/4/2026).
Belakangan diketahui, penyebabnya adalah berakhirnya kerja sama dengan SPPG Labuan Mandiri, pihak yang selama ini memasok MBG ke sekolah tersebut. Informasi itu sebenarnya sudah disampaikan, namun terjadi kesalahpahaman mengenai kelanjutan distribusi.
Aat mengira, setelah kontrak dengan pihak lama berakhir, pengiriman akan langsung dilanjutkan oleh dapur baru, SPPG Banyu Mekar. Nyatanya, hal itu belum terjadi karena nota kesepahaman (MoU) dengan pihak baru belum ditandatangani.
“Mereka sudah pamit sebelumnya, bilang MoU selesai hari Senin. Saya kira yang baru sudah siap kirim. Anak-anak sudah menunggu, tapi tidak datang sampai hari ini,” tuturnya.
Di balik persoalan administratif tersebut, ada harapan sederhana dari ratusan siswa yang harus tertunda. Bagi sebagian dari mereka, MBG bukan sekadar program, melainkan juga bagian penting dari pemenuhan kebutuhan gizi harian.
Rencana penandatanganan MoU dengan SPPG Banyu Mekar dijadwalkan berlangsung pada Selasa sore. Pihak sekolah berharap, setelah kesepakatan itu rampung, distribusi MBG bisa kembali berjalan normal.
Aat pun menyoroti pentingnya komunikasi yang lebih baik ke depan. Ia berharap semua pihak dapat duduk bersama sejak awal agar kejadian serupa tidak terulang.
“Seharusnya kita duduk bareng, pihak dapur lama, dapur baru, dan pihak sekolah. Supaya semuanya jelas,” katanya.
Sementara itu, pihak SPPG Banyu Mekar ketika dikonfirmasi via pesan singkat WhatsApp hingga berita ini ditayangkan tidak memberikan penjelasan apapun. (ILA)
