Dihantam Hujan Deras, Ratusan Kepala Keluarga Di Teluk Lada Pandeglang Terdampak Banjir

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Banjir merendam Desa Teluk Lada, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (9/4/2026) dini hari. Sebanyak 237 kepala keluarga (KK) dilaporkan terdampak akibat meluapnya aliran sungai setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Hingga pagi hari, air masih menggenang di sejumlah titik permukiman warga. Bahkan di beberapa lokasi, ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa dan belum sepenuhnya surut.

Ketua RW 07 Kampung Kalapa Cagak, Zaenal Abidin, mengatakan banjir datang dengan cepat sekitar pukul 03.00 WIB. Luapan air tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga lahan persawahan yang baru ditanami.

“Lebih dari seratusan rumah terendam. Sawah warga juga ikut tergenang, padahal baru saja ditanami dan dipupuk,” ujarnya.

Menurutnya, banjir kali ini tergolong lebih parah dibanding sebelumnya. Aktivitas warga pun lumpuh. Di Kampung Kalapa Cagak, warga berupaya menyelamatkan barang-barang rumah tangga seadanya. Sementara itu, sebagian lainnya hanya bisa pasrah melihat perabotan terendam air.

Zaenal menegaskan, warga lebih membutuhkan solusi jangka panjang dibanding bantuan sementara.

“Kami tidak mengharapkan bantuan makanan, melainkan pengerukan sungai yang sudah mulai dangkal. Jika aliran sungai tidak diperbaiki, kerugian petani akan terus terjadi setiap tahun,” katanya.

Sementara itu, warga Kampung Golat Desa Pangkalan, Keni Mutmainah, menyebut banjir di wilayahnya mencapai setinggi lutut orang dewasa. Ia mengatakan banjir sudah menjadi kejadian rutin di wilayah Sobang. 

“Sudah langganan banjir. Dari semalam hujan, sekarang air setinggi lutut orang dewasa,” ucapnya.

Sekretaris Desa Teluk Lada, Ade Ridwan, menyampaikan bahwa banjir kali ini hampir merata di seluruh wilayah desa, tidak hanya di titik-titik rawan

Ia juga menyoroti belum selesainya pembangunan drainase dari proyek tol yang dinilai memperparah kondisi.

“Karena drainase dari proyek tol belum dibuat, air yang seharusnya mengalir menjadi tertahan dan meluap ke permukiman,” jelasnya.

Ade merinci total 237 KK terdampak tersebar di sejumlah kampung, di antaranya Teladan, Sadar, Bhakta, Tawekal, Sepakat, Karya, Kelapa Cagak, Kubang Bale, dan Kalang Anyar.

"Kp. Teladan Rt.001 Rw.001 sebanyak 18 KK, Kp. Sadar Rt.001/002  sebanyak 12 KK, Kp. Bhakta Rt.001/003 dan Rt 002/003 sebanyak 15 KK, Kp. Tawekal Rt.001,002,003/004 sebanyak 16 KK, Kp. Sepakat Rw.005 Rt.001 dan 002 sebanyak 8 KK, Kp. Karya  Rw.006 Rt.001 dan 002 dan 003 sebanyak 11 KK, Kp. Kelapa cagak Rw.005 Rt.001,002,003 dan 004 sebanyak 112 KK, Kp. Kubang Bale Rw.005 Rt.001 002 dan 003 sebanyak 25 KK, dan Kp. Kalang Anyar Rw.009 Rt.001 dan 002 sebanyak 20 KK," ungkapnya. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama