MenaraToday.Com - Pandeglang :
Suasana Aula Kantor Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Rabu pagi (29/4/2026) terasa berbeda. Bukan sekadar seremoni, tetapi penuh nuansa haru dan harapan. Hari itu, masyarakat dan jajaran pemerintahan setempat menyaksikan satu momen penting, peralihan kepemimpinan dari Supratman, S.Pd kepada Endan Permana, S.Sos sebagai camat yang baru.
Pergantian ini merupakan bagian dari rotasi pejabat usai pelantikan Eselon III oleh Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, pada 22 April 2026. Namun di Patia, pergantian jabatan itu terasa lebih dari sekadar administrasi, ia menjadi ruang pertemuan antara kenangan, pengabdian, dan harapan baru.
Di hadapan para tamu undangan, mulai dari unsur Forkopimcam, kepala desa, tokoh masyarakat, hingga perwakilan organisasi, prosesi serah terima jabatan berlangsung khidmat. Penandatanganan berita acara dan penyerahan memori jabatan menjadi simbol berpindahnya tanggung jawab, sekaligus catatan perjalanan kepemimpinan yang telah dilalui.
Supratman, S.Pd, yang kini mengemban amanah baru, menyampaikan bahwa momen ini adalah bagian dari kesinambungan organisasi. Baginya, jabatan bukan sekadar posisi, tetapi tanggung jawab untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan tanpa jeda.
“Ini adalah proses untuk menjaga kelangsungan pemerintahan, sekaligus memperkenalkan pemimpin baru yang akan melanjutkan program-program yang sudah ada,” tuturnya.
Tak hanya pergantian camat, momentum ini juga menjadi ajang penyambutan Sekretaris Camat yang baru, Atang Sandjaya, SE., MM.
Kehadiran wajah-wajah baru dalam struktur pemerintahan diharapkan mampu membawa energi segar bagi pelayanan publik di Patia.
Sementara itu, Endan Permana, S.Sos, yang kini resmi memimpin Kecamatan Patia, tampil dengan nada optimisme. Ia tidak hanya menerima jabatan, tetapi juga mewarisi kepercayaan masyarakat.
Dengan penuh hormat, ia menyampaikan apresiasi kepada pendahulunya. Baginya, fondasi yang telah dibangun menjadi pijakan penting untuk melangkah ke depan.
“Kami akan melanjutkan program yang sudah berjalan, dan berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya singkat namun tegas.
Di sudut lain ruangan, ucapan selamat dan doa mengalir. Syukur, Ketua Ikatan Kepala Desa (Ikades) Patia, menyampaikan harapannya agar kedua sosok—baik yang meninggalkan maupun yang datang—senantiasa diberi kelancaran dalam menjalankan amanah.
Pergantian ini, sebagaimana disampaikan dalam sambutan, merupakan bagian dari dinamika manajemen Aparatur Sipil Negara. Namun di balik itu, tersimpan pesan yang lebih dalam: bahwa pelayanan publik harus tetap menjadi prioritas, siapapun yang memimpin.
Hari itu, Patia tidak hanya melepas seorang camat dan menyambut yang baru. Ia juga merawat semangat kebersamaan, menjaga kesinambungan, dan menyalakan harapan akan pelayanan yang semakin baik bagi masyarakatnya. (ILA)
