MenaraToday.Com - Pandeglang :
Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jembatan Cidurian, Kabupaten Serang, pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 14.15 WIB menewaskan seorang pemuda asal Kabupaten Pandeglang, Banten. Korban diketahui bernama Asparudin (27), warga Kampung Karet RT/RW 003/005, Desa Sukasaba, Kecamatan Patia.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan diduga terjadi saat korban mencoba menyalip kendaraan di depannya. Namun nahas, upaya tersebut berujung fatal hingga korban terlindas truk di lokasi kejadian.
Salah seorang kerabat korban, Abdul Somad, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, jenazah korban saat ini telah berada di rumah duka dan belum dimakamkan karena masih menunggu kedatangan anggota keluarga dari luar daerah.
“Jenazah sudah di rumah. Belum dimakamkan karena masih menunggu kakak-kakaknya yang sedang dalam perjalanan. Rencananya dimakamkan sore ini,” ujarnya kepada menaratoday.com. Senin (20/4/2026).
Ia juga mengungkapkan bahwa korban sehari-hari bekerja di Jakarta. Saat kejadian, korban diduga tengah dalam perjalanan kembali menuju ibu kota.
Terkait sopir truk yang terlibat dalam kecelakaan tersebut, Abdul Somad mengaku belum mengetahui perkembangan lebih lanjut.
“Belum ada kabar lagi soal sopir truk. Saya juga masih di perantauan, tidak di kampung,” katanya.
Diketahui, Asparudin merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi lengkap maupun penanganan kasus kecelakaan tersebut.
Sebelumnya diberitakan, pada Minggu siang (19/4/2026) itu, arus lalu lintas di Jembatan Cidurian, Kampung Panunggulan, Kabupaten Serang, Banten, tampak berjalan seperti biasa. Kendaraan melintas silih berganti, sebagian melaju pelan, sebagian lain mencoba mendahului untuk segera tiba di tujuan.
Di tengah situasi tersebut, Asparudin, seorang warga Kampung Karet, Desa Sukasaba, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, turut melintas dengan sepeda motornya. Tak ada yang menyangka, perjalanan yang tampak biasa itu akan berakhir tragis.
Sebuah rekaman video yang kemudian beredar luas di media sosial memperlihatkan detik-detik sebelum kejadian. Dari sudut pandang pengendara mobil di belakang, Asparudin terlihat berusaha menyalip sebuah truk di depannya. Ia perlahan mengambil sisi kanan, mencoba mencari celah di antara kendaraan yang melaju.
Sebuah kendaraan lain tampak datang dari arah berlawanan. Dalam momen yang begitu singkat, keraguan terlihat, sebuah keputusan yang harus diambil dalam hitungan detik.
Asparudin terjatuh bersama sepeda motornya, tepat di samping truk yang tengah dilaluinya. Dalam posisi yang tak menguntungkan, bagian kepalanya berada di jalur roda kendaraan besar tersebut. (ILA)
