Pemuda Asal Cisata Tewas Dalam Kecelakaan Maut di Pandeglang, Keluarga Cari Pemilik Vixion

MenaraToday.Com - Pandeglang : 

Pagi itu, Minggu, 12 April 2026, belum sepenuhnya ramai. Jalan Raya Labuan–Pandeglang di wilayah Kadulisung, Kaduhejo, masih diselimuti suasana lengang. Namun, dari kesunyian itulah kabar duka bermula. Lili Saepudin (Aep) bin Wawan, pemuda asal Kampung Bongbong, Desa Pasireurih, Kecamatan Cisata, mengembuskan napas terakhirnya di usia muda setelah mengalami kecelakaan lalu lintas sekitar pukul 06.00 WIB.

Berdasarkan rekaman video yang beredar, korban diduga mengalami kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) dengan pengendara motor lain, dengan jenis kendaraan Vixion Yang tergeletak tak jauh dari posisi korban terjatuh hingga tak sadarkan diri.

Beberapa menit sebelum kejadian, Lili masih sempat menghubungi sang ibu pada pukul 05.30 wib Dan meninggalkan jejak kecil sebuah status WhatsApp pada pukul 05.47 WIB. Tak ada yang menyangka, itu menjadi komunikasi terakhirnya.

Kini, kepergian Lili menyisakan luka mendalam bagi keluarga. Lebih dari sekadar kehilangan, ada tanda tanya besar yang belum terjawab, siapa yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.

Rizky Afauzy, kerabat korban, mengatakan bahwa hingga saat ini informasi yang mereka miliki masih sangat terbatas. Waktu kejadian yang begitu pagi membuat minimnya saksi di lokasi.

“Korban merupakan atlit voli, dan kami masih berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dari rekaman yang kami terima, diduga korban bertabrakan dengan pengendara motor Vixion berboncengan suami istri. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” ujarnya dengan nada penuh harap. Senin (13/4/2026).

Keluarga pun mencoba berbagai cara, termasuk menyebarkan rekaman video ke media sosial. Harapannya sederhana, ada seseorang yang melihat, mengenali, atau mengetahui kejadian tersebut dan bersedia berbagi informasi.

Di tengah duka, keluarga juga menyimpan harapan lain, adanya empati dari pihak yang diduga terlibat.

“Setidaknya datang untuk takziah, menunjukkan rasa duka. Itu yang kami harapkan,” kata Rizky.

Bagi orang-orang yang mengenalnya, Lili bukan sekadar nama. Ia dikenal sebagai pribadi yang baik, aktif, dan berprestasi, terutama di bidang olahraga saat bersekolah di SMAN 10 Pandeglang.

Ucapan duka pun mengalir, salah satunya dari Susi Umaja.

“Almarhum anak yang baik, selalu menunjukkan sikap positif dan berbakti kepada orang tua. Semoga husnul khotimah,” tulisnya.

Kini, yang tersisa adalah kenangan dan sebuah penantian akan kejelasan. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan, sementara keluarga berharap ada secercah informasi yang bisa mengungkap kejadian sebenarnya.

Di jalan yang sama, kehidupan terus berjalan seperti biasa. Namun bagi keluarga Lili, pagi itu akan selalu berbeda, menjadi awal dari kehilangan yang tak tergantikan. (ILA).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama