MenaraToday.Com - Pandeglang :
Suasana hangat terasa di Hotel Horison Pandeglang, Banten, pada Jumat (17/4/2026). Ratusan guru dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari SD hingga SMA, tampak duduk berjejer rapi, menyimak materi dengan penuh perhatian. Sesekali, tepuk tangan menggema ketika narasumber menyampaikan gagasan segar tentang dunia pendidikan.
Hari itu, Komisi X DPR RI bersama Kementerian Pendidikan Dasar Menengah menghadirkan ruang belajar yang berbeda. Bukan untuk siswa, melainkan bagi para guru, mereka yang selama ini berdiri di garis depan pendidikan.
Bagi para peserta, workshop ini bukan sekadar kegiatan formal. Ia menjadi ruang berbagi pengalaman, memperkaya wawasan, sekaligus memantik semangat baru dalam mengajar. Di tengah tantangan pendidikan yang terus berkembang, para guru dituntut untuk adaptif dan inovatif.
Anggota Komisi X DPR RI, Ali Zamroni, menegaskan pentingnya peran guru dalam membentuk masa depan bangsa. Menurutnya, kualitas pendidikan tidak akan pernah lepas dari kualitas tenaga pendidiknya.
“Guru memiliki peran sentral dalam mencetak generasi penerus bangsa. Karena itu, peningkatan kapasitas dan kualitas guru harus terus dilakukan,” ujarnya di hadapan peserta.
Ia juga menekankan bahwa upaya peningkatan mutu pendidikan harus berjalan beriringan antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk melalui program pelatihan berkelanjutan seperti workshop ini.
Di sudut ruangan, beberapa guru tampak aktif berdiskusi. Ada yang mencatat, ada pula yang berbagi pengalaman tentang metode pembelajaran di kelas. Antusiasme itu mencerminkan semangat perubahan bahwa pendidikan tidak boleh berjalan di tempat.
Kegiatan ini diikuti oleh ratusan guru dari berbagai wilayah di Pandeglang. Kehadiran narasumber dari kalangan praktisi dan akademisi semakin memperkaya perspektif peserta, mulai dari strategi pembelajaran kreatif hingga penguatan karakter siswa.
Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai, peningkatan kompetensi guru merupakan langkah strategis dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.
“Pendidikan adalah kunci pembangunan daerah. Dari ruang-ruang kelas inilah masa depan Pandeglang dibentuk,” ungkapnya.
Ia berharap, para guru tidak hanya membawa pulang materi, tetapi juga semangat untuk berinovasi di sekolah masing-masing. Metode pembelajaran yang lebih kreatif dan inspiratif diharapkan mampu melahirkan generasi yang berkarakter, unggul, dan berdaya saing.
Workshop ini mungkin berlangsung hanya sehari. Namun, semangat yang tumbuh di dalamnya diharapkan akan terus hidup menyertai langkah para guru saat kembali ke ruang kelas, mendidik, dan menginspirasi generasi masa depan. (ILA)
