MenaraToday.Com - Pandeglang :
Jembatan penghubung di Desa Sukajadi, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang, Banten, hingga kini belum juga diperbaiki meski dilaporkan mengalami kerusakan parah sejak lama. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga karena jembatan tersebut merupakan akses utama untuk aktivitas sehari-hari.
Warga setempat mengandalkan jembatan ini untuk berbagai keperluan, mulai dari anak-anak berangkat ke sekolah hingga petani mengangkut hasil panen. Kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut dinilai menghambat mobilitas sekaligus membahayakan keselamatan pengguna.
“Ini satu-satunya akses utama. Kalau rusak begini, semua jadi terhambat,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Sorotan publik terhadap kondisi jembatan ini semakin menguat setelah beredarnya video di media sosial yang diunggah akun @maarmanwijaya7 pada Minggu (5/4/2026).
Dalam video tersebut, terlihat seorang pria berdiri di atas jembatan yang rusak parah, dengan bagian struktur yang menjorok ke bawah akibat tidak adanya tiang penyangga. Ia tampak memindahkan bebatuan di sekitar jembatan gantung tersebut.
“Ini temen-temen katanya jalan kabupaten, tapi jalan kabupaten seperti ini lah. Mendingan dirobohin aja kang, sekalian dibuntuin daripada membahayakan,” ucap pria dalam video itu.
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Ketua Umum Indonesia Education Monitoring Center (IEMC), Ronald A. Sinaga atau yang lebih dikenal dengan Broron. Ia menilai pemerintah daerah belum menunjukkan respons cepat dalam menangani infrastruktur dasar yang vital bagi masyarakat.
“Jangan tunggu rakyat jatuh korban dulu baru sibuk datang bawa janji. Infrastruktur desa itu hak masyarakat, bukan hadiah dari pejabat,” tegasnya, dikutip dari moodindonesia.co. Senin (6/4/2026).
Ia juga menekankan pentingnya langkah konkret dari pemerintah daerah, bukan sekadar merespons ketika isu menjadi viral di media sosial. Selain itu, ia menyoroti dugaan belum optimalnya penggunaan anggaran untuk pembangunan infrastruktur.
“Kalau jembatan sekecil ini saja dibiarkan bertahun-tahun, publik wajar bertanya anggaran infrastruktur sebenarnya ke mana?” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait rencana perbaikan jembatan tersebut. Warga berharap adanya tindakan cepat agar akses utama mereka kembali aman dan aktivitas dapat berjalan normal. (ILA)
