MenaraToday.Com - Humbahas :
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali mengambil korban, kali ini puluhan pelajar dan guru dari SMA Negeri 3 Lintongnihuta dan SMP Negeri 016 Nagasaribu di Kecamatan Lintongnihuta, Kabupaten Humbahas, Sumut mengalami keracunan MBG Massal pada hari Rabu (1/4/2026) kemarin.
Informasi yang berhasil dihimpun, Sabtu (4/4/2026) pihak kepolisian dari Polres Humbahas masih melakukan penyelidikan terkait keracunan MBG yang menyebabkan 5 orang pelajar dan 1 orang guru di SMA Negeri 3 Lintongnihuta dan 12 pelajar di SMP Negeri 016 Nagasaribu harus dirawat di RSUD Dolok Sanggul dan di Puskesmas Lintongnihuta dan beberapa diantaranya harus menjalani rawat inap
Kapolres Humbahas melalui Kasi Humas Polres Bripka Jafar Simanjuntak saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa pihaknya telah menurunkan tim dari Satreskrim untuk melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut
"Pasca kejadian, personel Satreskrim langsung mendatangi lokasi kejadian dan memintai keterangan beberapa orang korban dan juga orang tua korban serta pihak SPPG Holong Ondolan Nagasaribu, serta ahli gizi guna mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut, selain itu kita juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Humbahas untuk melakukan pemeriksaan lab terhadap sample makanan dan muntahan pada korban. Dan saat ini kita masih menunggu hasil lab untuk memastikan penyebab keracunan makanan tersebut" ujarnya.
Bripka Jafar Simanjuntak juga menjelaskan bahwa saat itu menu MBG yang dibagikan adakah nasi putih, sayuran dan buah-buahan serta ikan dencis
"Setelah mengkonsumsi menu dari MBG pada korban merasa mual, lemas, pusing, wajah memerah dan sesak nafas dan ini sesuai dengan pengakuan dua orang pelajar SMP Negeri 016 Nagasaribu saat kita mintai keterangannya l di RSUD Doloksanggul.l" jelasnya
Ia juga menyebutkan, pihak polisi juga masih menunggu keputusan dari pihak BGN terkait langkah lanjutan dalam kasus ini
Terpisah pihak Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Humbahas belum ada memberikan keterangan resmi terkait kasus ini bahkan hingga saat ini beberapa pejabat terkait dalam penanganan MBG memilih bungkam dan enggan di konfirmasi. (Daniel)
