MenaraToday.Com - Pandeglang :
Ratusan warga dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pandeglang memadati kantor Bank Rakyat Indonesia Cabang Labuan, Jumat (22/5/2026), untuk mencairkan dana Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2026.
Namun, di tengah antrean panjang sejak pagi hari, sejumlah warga mengeluhkan adanya kendala dalam proses pencairan bantuan pendidikan tersebut.
Pantauan di lokasi, warga yang datang berasal dari Kecamatan Munjul, Carita, Panimbang, dan sejumlah wilayah lainnya. Antrean terlihat mengular di area pelayanan bank sejak pagi.
Salah seorang penerima manfaat asal Kecamatan Munjul yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa karena dana PIP milik anaknya belum dapat dicairkan meski telah mengantre sejak pagi.
“Yang kedua kali, pertama menerima itu tahun kemarin 2025 sebesar Rp200 ribu, sekarang Alhamdulillah dapat lagi Rp450 ribu infonya,” katanya.
Namun, ia mengaku tidak mendapatkan penjelasan rinci terkait kendala pencairan dana tersebut.
“Kecewa sih, udah ngantri dari pagi sekali ke sini, mana jauh dari Munjul gak bisa cair hari ini. Gak dijelasin apa kendalanya, bilang gitu doang orang bank-nya,” ujarnya.
Meski demikian, pihak bank disebut telah membantu pembuatan rekening dan kartu ATM agar pencairan dapat dilakukan di kantor BRI terdekat.
“Tadi bilangnya hari Senin cairnya, sudah dibikinin rekening sama kartu ATM juga jadi nanti pengambilan uangnya bisa di BRI yang dekat. Kebetulan di Panimbang ada, nanti mau ke situ aja, ke sini mah jauh,” ucapnya.
Sementara itu, penerima manfaat lainnya asal Kecamatan Carita mengaku bersyukur lantaran bantuan pendidikan tersebut berhasil dicairkan meski harus menunggu lama akibat antrean panjang.
“Saya dari Carita, alhamdulillah kalau saya cair, tadi cuman kendalanya harus antre panjang dan lama,” tandasnya.
Diduga membludaknya antrean terjadi karena pencairan dana PIP dilakukan secara bersamaan bagi penerima manfaat dari sejumlah kecamatan di wilayah Pandeglang.
Sementara itu, ketika dikonfirmasi pihak bank BRI Cabang Labuan hingga berita ini ditayangkan belum memberikan penjelasan apapun. (ILA)
