Konsumsi Ikan Masih Rendah, Pemkab Pandeglang Intensifkan Program Gemarikan

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Suasana Pendopo Kabupaten Pandeglang tampak semarak pada Kamis (21/5/2026). Puluhan anak terlihat antusias mengikuti lomba mewarnai yang digelar bersamaan dengan kegiatan sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) oleh Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi anak-anak, tetapi juga sarana edukasi penting tentang manfaat mengonsumsi ikan sejak usia dini. Para peserta yang berasal dari tingkat PAUD, TK hingga SD turut meramaikan lomba mewarnai dan lomba jingle Gemarikan.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang, Uun Junandar mengatakan, kegiatan Gemarikan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya makan ikan sebagai sumber protein bergizi.

“Kegiatan Gemarikan juga dilengkapi dengan lomba mewarnai dan jingle, di mana para pesertanya anak-anak PAUD, TK dan SD, karena memang mereka yang menjadi tujuannya,” kata Uun, Jumat (22/5/2026).

Di tengah keceriaan anak-anak tersebut, terselip pesan penting tentang masa depan generasi penerus. Pemerintah Kabupaten Pandeglang terus mendorong masyarakat agar gemar mengonsumsi ikan guna mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mencegah stunting.

Menurut Uun, tingkat konsumsi ikan masyarakat Pandeglang saat ini masih tergolong rendah. Berdasarkan data yang dimiliki pihaknya, konsumsi ikan masyarakat baru mencapai 25,26 kilogram per kapita per tahun.

“Angka tersebut masih di bawah target nasional sebesar 26,26 kilogram per kapita per tahun. Ini tentu perlu kita tingkatkan demi mendukung kesehatan dan kecerdasan generasi penerus,” ujarnya.

Ia menjelaskan, rendahnya konsumsi ikan menjadi tantangan bersama, padahal Kabupaten Pandeglang memiliki potensi perikanan yang cukup besar, baik dari sektor tangkap maupun budidaya. Karena itu, melalui program Gemarikan, pihaknya ingin membangun kebiasaan makan ikan sejak usia dini.

"Ada beberapa faktor yang mempengaruhi, diantaranya, diantaranya minat masyarakat trhdp ikan masih rendah, prioritas sekarang masih ke ayam dan telur, Wilayah survey konsumsi ikan terhadap masyarakat belum menyeluruh, masih beberapa kecamatan saja karena keterbatasan anggaran, dan tingginya harga ikan dipasaran juga bisa berpengaruh," ungkapnya.

Uun berharap para orang tua mulai menjadikan ikan sebagai menu utama di rumah agar anak-anak terbiasa mengonsumsi makanan bergizi dan sehat.

Sementara itu, Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani menilai gerakan makan ikan bukan hanya soal pola konsumsi, tetapi juga bagian dari investasi masa depan daerah.

Menurutnya, meningkatnya konsumsi ikan akan membawa dampak luas, mulai dari meningkatnya kesehatan masyarakat hingga kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha sektor perikanan.

“Ikan merupakan sumber protein hewani yang sangat bergizi dan terjangkau untuk semua kalangan. Mari kita bergandengan tangan meningkatkan konsumsi ikan demi masa depan anak-anak kita sebagai generasi penerus yang lebih baik,” kata Dewi.

Dewi juga menyoroti persoalan stunting yang masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa stunting bukan hanya berkaitan dengan tinggi badan anak, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

“Anak yang mengalami stunting berisiko memiliki daya pikir yang kurang optimal, kesehatan yang rentan, serta produktivitas yang rendah,” tegasnya.

Melalui kegiatan Gemarikan, Pemerintah Kabupaten Pandeglang berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi ikan semakin meningkat. Dari kebiasaan sederhana makan ikan, diharapkan lahir generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama