MenaraToday.Com - Pandeglang :
Korban meninggal dunia akibat kecelakaan mobil Toyota Innova bernomor polisi A 1633 BF di depan SDN Sukaratu 5, Kabupaten Pandeglang, Banten, kembali bertambah. Seorang korban bernama Dewi, yang merupakan pedagang, meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di RSUD Berkah Pandeglang.
Peristiwa kecelakaan terjadi pada Kamis (30/4/2026). Saat kejadian, Dewi tengah berjualan dan melayani para siswa yang membeli dagangannya di sekitar lingkungan sekolah. Nahas, ia menjadi salah satu korban dalam insiden tersebut dan mengalami luka serius.
Usai kejadian, Dewi sempat mendapatkan perawatan di RSUD Berkah Pandeglang. Namun, setelah sehari dirawat, nyawanya tidak tertolong. Ia menghembuskan napas terakhir pada Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Dewi merupakan warga Kampung Angsana RT 006/RW 002, Desa Rahayu, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten. Ia diketahui meninggalkan seorang suami dan dua orang anak.
Salah satu tetangga korban, Rosadi, mengatakan bahwa Dewi tinggal mengontrak di wilayah Pandeglang bersama keluarganya. Ia juga mengaku mendapatkan kabar duka tersebut dari pihak keluarga korban.
“Saya dapat kabar dari keluarganya, Dewi meninggal sekitar jam 15.00 WIB di RSUD Pandeglang. Dia tinggal di Pandeglang, mengontrak, punya suami dan dua anak,” ujarnya.
Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kecelakaan tersebut. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat berkendara, terutama di kawasan sekolah yang rawan aktivitas anak-anak.
Sebelumnya diberitakan, Kecelakaan lalu lintas tunggal melibatkan mobil Toyota Innova terjadi di depan SD Negeri Sukaratu 5, Kabupaten Pandeglang, Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 09.20 WIB. Peristiwa ini menyebabkan satu siswa meninggal dunia bernama TB Muhamad Atharul Millal dan delapan orang lainnya mengalami luka-luka.
Mobil berwarna hitam dengan nomor polisi A 1633 BF tersebut dikendarai oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pandeglang, Mursidi.
Berdasarkan informasi awal, pengemudi diduga dalam kondisi sakit saat mengendarai kendaraan. Dugaan ini diperkuat dengan adanya selang oksigen yang dikenakan saat kejadian.
Insiden terjadi saat para siswa tengah menjalani waktu istirahat dan berada di depan sekolah untuk membeli jajanan.
Salah seorang guru SD Negeri Sukaratu 5, mengatakan korban terdiri dari siswa kelas 3 hingga kelas 6.
“Ada siswa kelas 3, 4, 5, dan 6. Korban yang meninggal dunia siswa kelas 4,” ujarnya.
Ia menyebut korban meninggal dunia mengalami luka parah setelah terpental hingga masuk ke selokan akibat tertabrak kendaraan.
Selain satu korban meninggal dunia, enam siswa lainnya mengalami luka-luka. (ILA)
