MenaraToday.Com - Pandeglang :
Pagi itu, aktivitas di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Panimbang terasa lebih hidup dari biasanya. Suara mesin kapal yang baru bersandar berpadu dengan teriakan para buruh angkut dan aroma khas laut yang masih melekat pada hasil tangkapan nelayan. Di tengah keramaian itu, karung-karung berisi ikan teri dan cumi-cumi tampak tersusun rapi, menandai datangnya musim panen.
Memasuki musim ini, nelayan di Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, tengah menikmati hasil tangkapan yang melimpah. Komoditas unggulan seperti ikan teri dan cumi tidak hanya memenuhi TPI setempat, tetapi juga telah menembus pasar besar di DKI Jakarta.
Manajer Pengelola TPI Panimbang, Encep Wa’as, menyebutkan bahwa dalam satu bulan terakhir aktivitas perikanan meningkat tajam. Kapal-kapal nelayan hampir setiap hari kembali ke daratan dengan muatan penuh.
“Sudah satu bulan ini hasil tangkapan melimpah, terutama ikan teri dan cumi, dengan produksi sekitar 3 ton per hari. Untuk harga Rp85 ribu perkilo yang rebus," ujarnya, Minggu (10/5/2026).
Di balik peningkatan produksi tersebut, para nelayan telah menerapkan sistem pengolahan terintegrasi yang menjadi keunggulan Panimbang.
Proses perebusan ikan dilakukan langsung di atas kapal sebelum hasil tangkapan dibawa ke darat untuk dijemur dan didistribusikan. Metode ini bukan sekadar tradisi, melainkan strategi menjaga kualitas agar ikan tetap segar hingga sampai ke tangan konsumen.
Pasokan ikan teri rebus juga datang dari wilayah pesisir sekitar seperti Sumur, Citeureup, dan Labuan. Hasil tangkapan nelayan bagang dikumpulkan melalui kapal pengangkut di tengah laut, kemudian diolah secara terpadu.
“Kami ingin menjaga kualitas sejak awal proses. Dengan perebusan di atas kapal, mutu ikan lebih terjamin,” kata Encep.
Saat ini, sekitar 3 ton ikan teri rebus setiap hari dikirim ke pasar di DKI Jakarta. Permintaan yang stabil membuat nelayan dan koperasi optimistis dapat memperluas jangkauan pasar, bahkan hingga ke tingkat ekspor.
Di tengah geliat produksi yang meningkat, harapan sederhana tetap terucap dari para nelayan, cuaca bersahabat, hasil tangkapan stabil, dan kesejahteraan yang ikut meningkat seiring musim panen yang terus berjalan. (ILA)
