MenaraToday.Com - Pandeglang :
Kabar duka menyelimuti Kabupaten Pandeglang pada Sabtu (9/5/2026) sore setelah Oji Fahruroji meninggal dunia di usia 48 tahun. Sosok yang dikenal vokal dan konsisten menyuarakan aspirasi masyarakat itu menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, setelah menjalani perawatan medis akibat komplikasi penyakit.
Kepergian Oji menjadi kehilangan mendalam bagi berbagai kalangan, khususnya di lingkungan organisasi kepemudaan dan aktivis sosial di Pandeglang. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai figur yang aktif dalam dinamika sosial dan politik daerah sejak era reformasi.
Oji pernah menjabat sebagai Ketua Angkatan Muda Siliwangi (AMS) dan Ketua Karang Taruna Kabupaten Pandeglang periode 2014–2019. Dalam kiprahnya, ia dikenal mendorong peran pemuda dalam pembangunan daerah serta menyuarakan kritik konstruktif dengan pendekatan dialog.
Rekan-rekannya mengenang Oji sebagai pribadi yang terbuka, mudah bergaul lintas kalangan, dan mampu menjaga hubungan baik dengan berbagai unsur, baik di legislatif maupun eksekutif, tanpa kehilangan sikap kritisnya. Masukan-masukannya dinilai berorientasi pada kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah.
Di balik ketegasannya dalam menyampaikan aspirasi, Oji juga dikenal menghargai senioritas serta terbuka terhadap saran dan masukan. Sikap tersebut membuatnya dekat dengan berbagai lapisan, mulai dari kader muda hingga tokoh senior.
Eka Supriatna, kerabat sekaligus sahabat dalam perjalanan organisasi, menyampaikan duka mendalam atas kepergian almarhum. Ia menyebut Oji sebagai sosok idealis dan visioner.
“Almarhum meninggalkan satu orang istri dan empat orang anak. Beliau sosok yang selalu memperjuangkan rekan-rekannya. Dalam organisasi, ia bukan hanya pemimpin, tetapi juga pendengar yang baik,” ujarnya.
Eka juga mengenang peran Oji sebagai aktivis yang konsisten menggaungkan kritik membangun serta menjadi agen kontrol sosial sejak era reformasi. Menurutnya, banyak masukan almarhum yang diakomodir oleh pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi.
Ia menambahkan, jenazah Oji akan disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka di Cigadung, Pandeglang, sebelum dimakamkan di kampung halamannya di Kampung Kadu Laka, Desa Langensari, Kecamatan Saketi.
“Insya Allah malam ini almarhum akan disemayamkan terlebih dahulu di kediaman pribadinya di Cigadung, Pandeglang, dan keesokan paginya akan dikebumikan di tempat kelahirannya di Kampung Kadu Laka, Desa Langensari, Kecamatan Saketi, Pandeglang,” katanya.
Ucapan belasungkawa juga disampaikan oleh sejumlah rekan dan sahabat almarhum. Abi Aziz menyampaikan doa agar segala niat baik Oji untuk kemajuan Pandeglang mendapat balasan terbaik.
Kerabat lainnya, Abi Aziz menyampaikan duka mendalam atas kepergian Oji.
"Begitu kuat harapannya waktu itu untuk membawa Pandeglang ke arah yang lebih baik... Semoga niatmu mensejahterakan rakyat tercatat pahalanya dan engkau bisa meraihnya...Selamat jalan Ka Oji Fachruroji...", ucapnya.
Ucapan serupa juga disampaikan oleh rekan lainnya, Arbani.
"Innalilahi Wainalilahi Rojiun pak oji Ketua, husnul khotimah pak oji..lancar longsong di terangi dan dilapangkan kuburnnya, terimakasih atas segala kebaikan pak oji kepada saya...husnul khotimah pak oji ketuaa AMS Pandeglang Banten, beliau orang baik dan tulus kalau menolong," tutupnya.
Bagi sebagian orang, Oji adalah aktivis. Bagi yang lain, ia adalah sahabat dan saudara seperjuangan. Namun bagi Pandeglang, ia adalah salah satu suara generasi muda yang pernah berupaya menjaga nyala kritik konstruktif demi perubahan yang lebih baik.
Kini, jejak perjuangannya tinggal kenangan, namun semangatnya dalam membangun dan mengawal aspirasi tetap hidup dalam ingatan mereka yang pernah berjalan bersamanya. (ILA)
