Pelaku Tak Ditahan, Keluarga Korban Tabrakan Di Pandeglang Harap Media Ikut Mengawal Kasus

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Suasana duka masih terasa kuat di rumah TB Muhamad Atharul Milal, siswa kelas IV SDN Sukaratu 5, Pandeglang, Banten, yang meninggal dunia dalam insiden tabrakan pada Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 09.20 WIB. Kesedihan mendalam masih dirasakan keluarga, yang kini berupaya bangkit dari kehilangan.

Bagi keluarga, peristiwa tragis tersebut bukan sekadar kabar yang berlalu, melainkan kenyataan pahit yang harus dihadapi setiap hari. Rasa kehilangan tidak hanya menghadirkan tangis, tetapi juga menyisakan luka batin yang belum pulih.

Di tengah perhatian publik terhadap proses hukum terhadap Ahmad Mursidi, pelaku penabrakan yang penahanannya ditangguhkan oleh Satlantas Polres Pandeglang, keluarga korban memilih untuk tidak terlibat aktif sementara waktu. Mereka memprioritaskan pemulihan kondisi mental anggota keluarga, khususnya adik korban.

Adik korban, Tb. M Atharul Mulky (7), siswa kelas 1 di sekolah yang sama, diketahui berada di lokasi saat kejadian berlangsung. Ia kini mengalami trauma akibat peristiwa tersebut sekaligus harus menghadapi kehilangan sosok kakaknya.

“Kami masih dalam kondisi syok dan berkabung. Saat ini belum bisa fokus ke proses hukum,” ujar ayah korban, Tb. Iim Imanudin, kepada menaratoday.com. Senin (4/5/2026).

Menurutnya, kondisi psikologis sang anak menjadi perhatian utama keluarga saat ini. Proses kembali ke rutinitas, termasuk bersekolah, menjadi tantangan tersendiri karena trauma yang masih membekas.

Keluarga menyadari pentingnya proses hukum yang sedang berjalan, namun memilih memberi ruang bagi diri mereka untuk berduka dan memulihkan kondisi mental.

“Kami ingin fokus pada pemulihan mental anak kami terlebih dahulu. Sebelum kejadian naas itu terjadi, tidak ada firasat apa pun yang kami rasakan,” tambahnya.

Meski belum terlibat langsung, keluarga tetap mengikuti perkembangan kasus dari kejauhan. Hingga kini, mereka juga belum melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak sekolah maupun keluarga korban lainnya karena kondisi emosional yang belum stabil.

Dalam situasi tersebut, pihak keluarga berharap media dapat membantu menyampaikan informasi terbaru terkait proses hukum yang berlangsung.

“Kami mohon bantuan dari media untuk terus memberikan update terkait proses kelanjutannya, agar kami bisa tetap memantau,” pungkasnya.

Sementara itu, kasus kecelakaan yang merenggut nyawa pelajar kelas IV SD tersebut masih menjadi perhatian masyarakat, khususnya terkait penanganan hukum terhadap pelaku.

Dalam keterbatasan itu, Iim berharap media dapat menjadi jembatan informasi. Bukan sekadar menyampaikan kabar, tetapi juga membantu mereka tetap terhubung dengan perkembangan tanpa harus terlibat langsung.

“Kami mohon bantuan dari media untuk terus memberikan update terkait proses kelanjutannya, agar kami bisa tetap memantau,” tandasnya. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama