MenaraToday.Com - Pandeglang :
Suara cangkul, derap langkah warga, dan tumpukan material bangunan tampak memenuhi area Pondok Pesantren Mabadul Hidayah di Kampung Kadumeong, Desa Banjarnegara, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang, Banten. Rabu (06/05/2026) siang. Di bawah terik matahari, warga bersama para santri terlihat sibuk bekerja. Ada yang membersihkan lahan, mengangkat pasir, hingga menata bahan bangunan secara bergotong royong.
Tak ada wajah lelah yang terlihat. Sebaliknya, suasana penuh kebersamaan justru terasa begitu hangat di lokasi pembangunan pondok pesantren tersebut.
Semangat itulah yang kemudian mendapat apresiasi dari Camat Pulosari, Juhanas Waluyo, S.STP., M.Si., saat melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus meninjau langsung progres pembangunan Ponpes Mabadul Hidayah. Dalam kunjungannya, ia didampingi Kepala Desa Banjarnegara, Sahrowi.
Kedatangan rombongan disambut antusias oleh tokoh masyarakat dan para santri yang tetap melanjutkan kerja bakti di sela-sela kunjungan.
Bagi masyarakat setempat, pembangunan pesantren bukan sekadar mendirikan bangunan. Lebih dari itu, pondok pesantren menjadi simbol harapan untuk melahirkan generasi muda yang memiliki ilmu agama, akhlak, dan kepedulian sosial.
“Gotong royong seperti ini menjadi kekuatan masyarakat kita. Kami sangat mengapresiasi semangat warga dan para santri dalam membangun pesantren ini,” ujar Juhanas Waluyo di sela peninjauan.
Menurutnya, keberadaan Ponpes Mabadul Hidayah akan menjadi investasi jangka panjang bagi kemajuan pendidikan agama di Kecamatan Pulosari. Ia menilai pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlakul karimah.
Di sisi lain, Kepala Desa Banjarnegara, Sahrowi, mengatakan pemerintah desa akan terus mendukung pembangunan pesantren dan berbagai kegiatan positif lainnya yang tumbuh dari semangat kebersamaan masyarakat.
“Harapan kami pembangunan ini berjalan lancar dan nantinya bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para santri maupun masyarakat sekitar,” katanya.
Di tengah keterbatasan, warga Kadumeong membuktikan bahwa kekuatan kebersamaan masih hidup dan tumbuh di tengah masyarakat. Dari tangan-tangan sederhana yang bekerja tanpa pamrih itu, berdiri sebuah harapan besar bernama Pondok Pesantren Mabadul Hidayah. (ILA)
